Wall Street Loyo, IHSG Lanjutkan Tradisi Positif
:
0
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu setelah adanya ancaman pengenaan tarif untuk Apple, dan Uni Eropa. Saham Apple turun 3,02 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam pengenaan tarif untuk Apple paling sedikit 25 persen jika iPhone tidak diproduksi di dalam negeri.
Trump juga mengatakan negosisasi dagang dengan Uni Eropa stagnan. Paman Trump menyarankan untuk langsung mengenakan tarif impor dari kawasan Uni Eropa 50 persen per 1 Juni 2025 mendatang. Tekanan pasar sedikit mereda setelah gedung putih menyatakan postingan Trump bukan pernyataan resmi suatu kebijakan.
Wall Street kembali jeblok diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, rencana pemerintah akan kembali meluncurkan kebijakan stimulus fiskal, aksi beli investor asing berlanjut, dan lonjakan harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 26 Mei 2025, indeks akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.160-7.105, dan resistance 7.270-7.320. Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham berikut.
Yaitu, Kalbe Farma (KLBF), Merdeka Copper Gold (MDKA), Archi Indonesia (ARCI), Indosat Ooredoo (ISAT), Mayora Indah (MYOR), dan Barito Renewables Energy (BREN). (*)
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





