FIF Rilis Dua Seri Obligasi Rp2,5 Triliun, Kupon 4,75 dan 5,75 Persen
Federal International FInance (FIF)
EmitenNews.com - PT Federal International Finance (FIF) bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2026 senilai total Rp2,5 triliun. Obligasi ini menjadi bagian dari strategi pendanaan perseroan untuk memperkuat modal kerja, khususnya pembiayaan konsumen kendaraan bermotor.
Obligasi tersebut terbagi dalam dua seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp1,03 triliun dengan tingkat bunga tetap 4,75% per tahun dan tenor 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Sementara itu, Seri B memiliki nilai Rp1,46 triliun dengan kupon tetap 5,75% per tahun dan jangka waktu 36 bulan.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap triwulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Adapun pelunasan pokok obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo, yakni 6 Maret 2027 untuk Seri A dan 26 Februari 2029 untuk Seri B.
Masa penawaran umum obligasi akan berlangsung pada 20–23 Februari 2026, dengan tanggal penjatahan pada 24 Februari 2026. Obligasi akan didistribusikan secara elektronik pada 26 Februari 2026 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Februari 2026.
Dalam penerbitan ini, FIF menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, serta PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja perseroan, khususnya untuk mendukung pembiayaan konsumen kendaraan bermotor sesuai dengan perizinan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai catatan, obligasi ini telah memperoleh peringkat tertinggi dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk surat utang jangka panjang, yakni AAA(idn).
Related News
IHSG Akhir Pekan Ambruk 2 Persen ke Level 7.900-an
Keamanan Berlapis, PINTU Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
Kembali Tertekan, IHSG Sesi I (6/2) Rontok 2,83 Persen ke 7.874
Datangi Industri Baja Pengemplang Pajak, Purbaya Minta Utang Dibayar
Juda Agung Wamenkeu, Koordinasi Fiskal-Moneter Diharapkan Makin Baik
Wall Street Jeblok, IHSG Kembali Terkoreksi





