Wall Street Melepuh, IHSG Potensial Menguat
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu dipicu penurunan saham pembuat perangkat lunak. Saham Microsoft terkoreksi anjlok 9,99 persen, merupakan pelemahan terbesar sejak Maret 2020 setelah perseroan melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan mengalami perlambatan di kuartal kedua tahun fiskal 2025.
Perseroan juga merilis panduan margin operasional lebih rendah untuk kuartal ketiga tahun fiskal. Sementara itu, kekhawatiran di kalangan investor, teknologi kecerdasan buatan bisa mengganggu model bisnis Microsoft membuat saham ServiceNow susut 9,94 persen, Salesforce drop 6,09 persen, dan Oracle menukik 2,19 persen.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street, dan beberapa harga komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memenuhi permintaan Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal transparasi kepemilikan saham berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, indeks akan mengitari area support 8.035-7.840, dan resistance 8.430-8.625. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi saham BMRI, BBNI, BBCA, TLKM, ISAT, dan ADRO. (*)
Related News
Aksi Jual Mendera, IHSG Menuju 7.770
IHSG Tertekan, Bungkus Saham TLKM, ISAT, dan MINA
IHSG Bangkit dari Tekanan, Tapi Masih Merah di Akhir Perdagangan
Efek MSCI Nyata Hanya Bagi Saham RI, Performa IHSG Terburuk Sedunia
Gagal Rebound, IHSG Sesi I Masih Koreksi 5,91 Persen ke 7.828
Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi 2.000 Bph Dari Dua Sumur HPPO





