Wall Street Memburuk, Ini Saham Jagoan Indo Premier Sekuritas
EmitenNews.com - Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street tutup bervariasi. Dow Jones melemah 63 poin (0,18 persen) menjadi 34.751, S&P 500 berkurang 10 poin (0,16 persen) ke level 4.474, Nasdaq melesat 20 poin (0,13 persen) pada posisi 15.182, dan EIDO menurun 0,16 poin (0,74) pada level 21,46.
Dow Jones dan S&P 500 membukukan pelemahan, sedang Nasdaq berhasil bertahan di zona hijau. Soliditas data penjualan ritel Agustus berhasil menjadi sentimen positif pasar. Lonjakan klaim pengangguran mingguan periode akhir 11 September menjadi sentimen negatif bagi indeks.
Berdasar data biro sensus AS pada Agustus lalu, secara mengejutkan penjualan ritel naik 0,7 persen month on month (mom), berbanding terbalik dengan sebelumnya terkontraksi 1,8 persen, dan lebih baik dari konsensus masih mengharapkan ada kontraksi 0,8 persen mom. Penjualan jauh lebih baik dari ekspektasi itu, ditopang penjualan ritel nontoko (5,3 persen), furniture (3,7 persen), toko merchandise (3,5 persen), dan toko makanan dan minuman (1,8 persen).
Sementara itu, berdasar data departemen tenaga kerja, jumlah klaim baru mingguan berakhir pada 11 September tercatat naik menjadi 332 ribu dari sebelumnya 312 ribu (klaim baru mingguan terendah di masa pandemi). Kenaikan klaim pengangguran itu, dipicu musim kurang bersahabat, dan penundaan pengajuan klaim karena ada badai Ida.
Menurut Mino, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas koreksi mayoritas indeks Wall Street, dan beberapa harga komoditas akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Karena itu, Indeks diprediksi melanjutkan pelemahan dengan support level 6.070, dan resistance level 6,150.
Sejumlah saham laik koleksi antara lain BRIS dengan support Rp2.130, resisten Rp2.170, JPFA support Rp1.895, resisten Rp1.935, INDF support Rp6.150, resisten Rp6.300, dan SMRA support Rp845, dan resisten Rp870. (*)
Related News
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan





