EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan hari ini melanjutkan penguatan kemarin. Itu menyusul inflow investasi asing akibat pembukaan gerbang pariwisata Indonesia.
”IHSG akan bergerak pada rentang support 7.000, dan resisten 7.070,” tutur Alwin Rusli, Research Analis Reliance Sekuritas, Jumat (25/3).
Candle IHSG pada perdagangan kemarin mengalami breakout pada resistance terbentuk dari tarikan Fibonacci di level 7.035. Kondisi itu, mengindikasikan sinyal bullish. Ada beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini.
IHSG pada perdagangan kemarin kembali menguat 0,77 persen menjadi 7.049,68. Pendongkrak lompatan IHSG yaitu sektor material dasar surplus 1,73 persen, properti naik 1,51 persen, dan industri terangkat 1,39 persen. Investor asing membukukan net buy Rp1,62 triliun, dengan saham-saham paling banyak dikumpulkan yaitu BBRI, BMRI, dan BBNI.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat lebih dari satu persen. Itu didorong aksi investor memborong saham pembuat chip, dan saham bersifat growth stock. Saham Nvidia Corp naik 9,8 persen, Intel Corp melesat 6,9 persen, beberapa di antara pembuat Chip terbesar. Di samping itu, para investor juga bereaksi terhadap koreksi harga minyak bumi, dan data pengangguran terus menurun.
Bursa kawasan Asia pagi ini bergerak mixed. Indeks Nikkei minus 0,07 persen, indeks TOPIX menguat 0,13 persen, dan indeks Kospi tekor 0,11 persen. Gejolak bursa saham terutama Jepang karena lonjakan inflasi inti mencapai level tertinggi dua tahun terakhir. (*)
Related News
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak
IHSG Bertabur ATH, Investor Tunggu Prabowo Buka Perdagangan 2026
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1





