Wall Street Rebound, IHSG Kian Menyala
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street berhasil ditutup menguat setelah beberapa hari terakhir mengalami tekanan. Lonjakan saham sektor teknologi khususnya berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI) menjadi penopang utama penguatan indeks tersebut. Nvidia sebagai pemain kunci teknologi AI menguat 2,85 persen.
Itu seiring optimisme investor menjelang rilis kinerja keuangan Nvidia setelah penutupan pasar. Konsensus meyakini Nvidia akan membukukan kinerja keuangan lebih baik dari ekspektasi, dan memberikan panduan pertumbuhan penjualan solid ditopang permintaan terhadap Chip AI, dan infrastruktur AI.
Sementara itu, Alphabet kemarin juga ditutup menguat signifikan 3 persen setelah perseroan meluncurkan generasi terbaru teknologi kecerdasan buatan yaitu Gemini 3. Ledakan indeks bursa Wall Street, dan aksi beli investor asing diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara koreksi harga komoditas energi berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 20 November 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 8.355-8.305, dan resistance 8.460-8.510.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Japfa Comfeed (JPFA), Petrosea (PTRO), Timah (TINS), Alamtri Resources (ADRO), Indosat Ooredoo (ISAT), dan Bumi Resources Minerals (BRMS). (*)
Related News
Wartawan Foto Adu Jitu di Balik Lensa dan Joran
Daftar Top Losers Sepekan, Cek Saham Apa Saja
Daftar Saham Top Gainers Sepekan, BACH Pimpin Klasemen
IHSG Menguat Tipis 0,64 Persen Sepekan, Asing Net Buy Rp7,1 Triliun
Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto
Akhiri Juli IHSG Melesat ke 6.236, Dua Saham Bakrie Volume Teraktif





