EmitenNews.com -Perusahaan penyedia ekosistem telekomunikasi PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE) sepanjang tahun 2024 berhasil membukukan laba neto senilai Rp168,13 miliar, nilai ini mengalami lonjakan signifikan hingga 359,86 persen dari tahun 2023 yang hanya Rp36,56 miliar.

Laporan keuangan WEAVE yang merupakan entitas dari emiten PT Solusi Sinergi bk (WIFI) bahwa WEAVE membukukan pendapatan di 2024 mencapai Rp429,95 miliar atau melonjak 119,70 persen dari Rp195,69 miliar di tahun 2023.

Menariknya kontribusi pendapatan WEAVE terbesar dari segmen bandwidth yang melesat ke angka Rp225,99 miliar dari tahun sebelumnya hanya Rp55,27 miliar, untuk segmen sewa core menyumbang hingga 101,90 miliar dari Rp58,58 miliar, segmen iklan juga meningkat jadi Rp99,69 miliar dari sebelumnya Rp73,99 miliar dan segmen colocation turun jadi Rp2,36 miliar dari Rp7,84 miliar.

Sementara itu, beban pokok pendapatan terkontrol di angka Rp114,14 miliar atau hanya naik tipis 23,88 persen dari tahun sebelumnya di Rp92,13 miliar.

Berkat kinerja yang kuat, laba bruto WEAVE berhasil tumbuh signifikan hingga persen menjadi Rp315,81 miliar di sepanjang 2024 dibandingkan tahun 2023 yang hanya Rp103,55 miliar.

Untuk beban umum dan administrasi ada di level Rp34,10 miliar, naik dari tipis dari sebelumnya Rp21,73 miliar. Beban usaha lainnya hanya Rp192,45 juta. Laba usaha terkerek hingga 231,52 persen menjadi Rp281,51 miliar dari Rp81,79 miliar.

Disisi neraca, perusahaan ini memiliki ekuitas sebesar Rp800,26 miliar per 31 Desember 2024, melonjak sangat baik dibandingkan periode akhir tahun 2023 yang hanya Rp299,53 miliar adapun untuk liabilitas tercatat Rp1,37 triliun dari sebelumnya Rp579,41 miliar.

Sehingga total aset PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE) mencapai Rp2,27 triliun per 31 Desember 2024, naik dibandingkan 2023 yang hanya Rp878,94 miliar. Disisi lain, kas dan setara kas WEAVE pada akhir tahun terkumpul Rp13,14 miliar naik signifikan dari sebelumnya hanya Rp2,92 miliar.

Seperti diketahui, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), anak usaha dari Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), telah menerbitkan emisi obligasi perdana senilai Rp 600 miliar pada pertengahan tahun 2024. Dengan sokongan dana sebesar itu, IJE berfokus pada ekspansi infrastruktur telekomunikasi dan pengembangan ekosistem digital yang handal dan terjangkau di Indonesia. Dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi ini sebagian besar digunakan untuk belanja modal (capital expenditure) guna perluasan infrastruktur konektivitas, dan sebagian kecilnya untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Saat ini, IJE mengoperasikan 7.000 km infrastruktur backbone serat optik berkapasitas besar di sepanjang jalur kereta dan jalur lainnya di Pulau Jawa. Perseroan juga berinvestasi pada penyediaan bandwidth berkapasitas besar hingga 64.000 Gbps dan membangun 58 Edge Data Center (EDC) yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa, yang masih dapat ditingkatkan hingga 592 lokasi.

EDC tersebut telah digunakan oleh Cloud Provider untuk solusi Content Delivery Network (CDN). Ekosistem digital yang saling mendukung ini diharapkan memberikan manfaat bagi 25 juta rumah tangga di Pulau Jawa, berkontribusi pada perkembangan ekonomi digital.

Saat ini, PT Integrasi Jaringan Ekosistem memiliki sekitar 200 mitra dan klien dengan reputasi baik di industri telekomunikasi, termasuk NTT Indonesia, Starlink Indonesia, My Republic, Lightstorm, Huawei Cloud, Qualcomm, BDDC, Trans Hybrid Communication, dan Pertamina Gas Negara. Dengan seluruh perkembangan, kolaborasi, dan integrasi ekosistem digital, perseroan siap menjadi tulang punggung konektivitas yang mendukung transformasi digital di Indonesia dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.