EmitenNews.com - Analis pasar modal menilai saham Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU) menunjukkan peluang re-rating positif. Itu sejalan kenaikan harga saham TUGU lebih dari 20 persen secara year-to-date (YTD), ditambah dorongan sejumlah sentimen positif.

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, mengatakan investor saat ini tengah menanti laporan keuangan TUGU full year 2025 diprediksi tumbuh positif. “Itu tercermin pada kinerja bulanan per Desember 2025 (Unaudited) dari Tugu Insurance (parent only), dan anak usahanya, TuguRe,” ujar Rafly.

Laporan bulanan Desember 2025 (Unaudited)  menunjukkan TUGU berhasil mengumpulkan premi bruto Rp6,01 triliun, naik 13,01 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Adapun hasil underwriting tercatat tumbuh 1,35 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp842,18 miliar. Berikutnya, hasil investasi tercatat meningkat 30,11 persen menjadi Rp432,87 miliar. Alhasil, laba bersih parent only mencapai Rp575,04 miliar.

Kinerja cemerlang juga ditunjukkan anak usaha. TuguRe mencatat kenaikan premi bruto 7,68 persen menjadi Rp2,67 triliun pada Desember 2025 (Unaudited). Hasil underwriting naik tipis menjadi Rp91,48 miliar. Sama seperti induk usaha, hasil investasi TuguRe juga melesat 64,21 persen menjadi Rp223,19 miliar. Kinerja investasi itu, mendorong laba bersih TuguRe melesat 56,88 persen menjadi Rp172,15 miliar.

Rafly mengatakan melihat prognosa laba konsolidasian TUGU terlihat bertumbuh selama 2025, ada peluang kenaikan nilai dividen. “Dalam 4 tahun terakhir dividen payout ratio TUGU berada di 40 persen, ini positif bagi ekspektasi market,” ujarnya.

Di lantai bursa, saham TUGU sejak awal tahun hingga Selasa, 24 Februari 2026 tercatat sudah meningkat 21,5 persen menjadi Rp1.425 per lembbar. Saham itu, terbukti tergolong defensif di tengah gejolak bursa akibat sentimen pengumuman MSCI, dan Moody's. Sebagai komparasi, secara year-to-date, IHSG masih mencatat koreksi 3,5 persen, dan indeks IDX Finance terkoreksi 3,3 persen.

Lebih lanjut Rafly menjelaskan, meski harga sudah naik sejak awal tahun, valuasi saham TUGU masih berada di kisaran 0,5x PBV (Price to Book Value), jauh lebih murah dibanding rata-rata emiten di indeks IDX Finance. Menurut Rafly, kombinasi kinerja keuangan solid, dividend play, dan valuasi masih murah, menciptakan potensi re-rating positif saham TUGU.

“Patut dicatat, potensi re-rating ini bahkan belum memasukkan faktor aksi korporasi seperti konsolidasi, merger, atau akuisisi yang saat ini banyak dibicarakan di market,” tegasnya.

Berdasar data bursa, investor asing terus mengakumulasi saham TUGU selama Februari 2026. Sejak awal bulan, catatan beli bersih asing (net foreign buy) saham TUGU menembus angka Rp22,49 miliar. Volume dan nilai transaksi perdagangan saham TUGU juga melonjak selama Februari, yakni berada di kisaran Rp8-9 miliar per hari, berbanding jauh dengan rata-rata transaksi harian di tahun 2025 hanya tercatat di kisaran Rp3,5 miliar per hari. (*)