Wuih! Pembobol Rekening Dormant Pindahkan Rp204 Miliar dalam 17 Menit
:
0
Konferensi pers Bareskrim Polri terkait pengungkapan pencurian rekening dormant senilai Rp204 miliar. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
EmitenNews.com - Pembobol rekening dormant (pasif) pada kantor cabang Bank BNI di Jawa Barat, memindahkan uang senilai Rp204 miliar ke rekening penampung hanya dalam waktu 17 menit. Untuk memuluskan aksinya para pelaku mengaku anggota Satgas Perampasan Aset. Bagusnya, polisi berhasil membongkar jaringan pembobol bank ini, dan meringkus para pelaku, serta menyelamatkan uangnya.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf mengungkapkan hal itu, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Awalnya jaringan sindikat pembobol bank tersebut bertemu dengan kepala cabang pembantu salah satu Bank BNI di Jawa Barat yang berinisial AP pada Juni 2025. Pertemuan itu, untuk merencanakan pemindahan dana dalam suatu rekening dormant.
“Jaringan sindikat pembobol bank yang mengaku sebagai satgas perampasan aset, menjelaskan cara kerja serta peran masing-masing dari mulai persiapan, pelaksanaan eksekusi, sampai tahap timbal balik hasil,” kata Brigjen Pol. Helfi Assegaf.
Dalam prosesnya, sindikat pembobol memaksa kepala cabang bank menyerahkan user ID aplikasi core banking system milik teller dan kepala cabang. Mereka mengancam, jika menolak bekerja sama, taruhannya keselamatan kepala cabang tersebut beserta seluruh keluarganya.
Pada akhir Juni 2025, sindikat pembobol bank selaku eksekutor dan kepala cabang bersepakat untuk melakukan eksekusi pemindahan dana rekening dormant pada hari Jumat pukul 18.00 WIB atau mendekati hari libur. Waktu itu dipilih oleh para tersangka untuk menghindari sistem deteksi bank.
Kepala cabang pun menyerahkan user ID aplikasi core banking system miliknya dan milik teller kepada salah satu eksekutor, yakni NAT, mantan teller bank.
Setelah itu, NAT melakukan akses ilegal pada aplikasi core banking system dengan memindahkan dana dari rekening dormant secara in absentia atau tidak hadir di tempat senilai Rp204 miliar ke lima rekening penampung.
Hebatnya, Helfi Assegaf mengungkapkan,pemindahan dilakukan dengan 42 kali transaksi dalam waktu 17 menit.
Pihak bank kemudian menemukan adanya transaksi mencurigakan dan melaporkan kepada Bareskrim Polri.
Related News
Astra Kirim 5.000 Paket Sembako hingga Starlink ke NTT
Gempa Bumi NTT M 7,7, Korban Tewas Capai 68 Jiwa, 4.541 Rumah Rusak
TelkomGroup Sediakan Internet Gratis hingga Bagi-Bagi SIM Card di NTT
HUT ke-81 RI, Bank BSN Bawa Semangat Solidaritas Masyarakat NTT
Pasca Gempa M 7,7 NTT, 86 Persen BTS Pulih
Polisi Bongkar Jaringan Warga India, Olah Emas Ilegal Rp3T Per Bulan





