EmitenNews.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT XL Axiata Tbk (EXCL) hari ini Rabu (10/8) menyetujui penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) dengan memberikan HMETD atau right issue sebanyak-banyaknya 2.750.000.000 saham baru pada nilai nominal Rp100 per saham.
Direktur & Chief Financial Officer XL Axiata, Budi Pramantika dalam keterangan resmi Rabu (10/8) memaparkan, PUT III atau right issue dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mengembangkan kegiatan usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi, jaringan multimedia yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama Perseroan, serta peruntukan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Budi menambahkan, rencana PUT III dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mengembangkan kegiatan usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi dan.atau jaringan telekomunikasi dan/atau multimedia yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama Perseroan serta peruntukan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Dalam PUT III , apabila tidak ada atau hanya sebagian dari pemegang saham yang melaksanakan HMETD yang mereka miliki, maka seluruh sisa Saham Baru yang tidak diambil bagian atau dibeli tersebut akan dibeli oleh pembeli siaga, yang akan ditunjuk kemudian.
Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikannya atas Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 20,49%. Adapun dana dari hasil PUT III akan digunakan untuk membayar hutang. jelas Budi.
Related News
IHSG Sesi I (30/7) Rebound, Menghijau Nyaris 1 Persen ke 6.147
Providentia Lego 1,62 Persen Saham Emiten Haji Isam PACK Senilai Rp52M
Hapsoro Cabut, Paruh I 2026 PADI Boncos 576,58 Persen
Beban Meningkat, Laba APII Susut 22,7 Persen di Semester I 2026
MAPA Catat Laba Bersih Rp865 Miliar di Semester I-2026, Naik 32 Persen
Meroket 493 Persen, PANI Catat Laba Rp1,66 Triliun Semester I





