YOII Pacu Right Issue Meski RBC Tembus 1.036 Persen, Ini Alasannya
:
0
PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) akan menggelar aksi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias right issue.
EmitenNews.com - Langkah ekspansi dan penguatan modal mulai ditegaskan oleh PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) di tengah kompetisi industri asuransi digital yang semakin dinamis. Meski secara fundamental sudah tergolong sangat solid, Perseroan tetap memilih “tancap gas” lewat aksi korporasi.
Direktur Keuangan Randy Tandra mengungkapkan, dalam laporan hasil paparan publik dikutip Minggu (19/4/2026) menyatakan bahwa rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) Perseroan per 2025 mencapai 1.036%.
"Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan sebesar 120%, menegaskan kondisi keuangan YOII berada di level sangat sehat," katanya.
Meski demikian, YOII justru menyiapkan langkah agresif melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Perseroan akan menerbitkan hingga 684,9 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham, yang berpotensi menghimpun dana sekitar Rp68,49 miliar.
Aksi korporasi ini diproyeksikan mendorong ekuitas YOII dari sekitar Rp211 miliar menjadi Rp260–270 miliar, sekaligus memperkuat struktur permodalan untuk ekspansi bisnis ke depan.
Komitmen pembeli siaga
Menariknya, peta kepemilikan berpotensi berubah. Dua pemegang saham utama, Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro, memilih tidak mengeksekusi seluruh haknya dan mengalihkan sebagian besar HMETD kepada Qoala Technology Pte. Ltd.
Dalam keterbukaan informasi terkait rencana aksi korporasi, manajemen YOII menyatakan Qoala berkomitmen penuh untuk menyerap seluruh hak tersebut, bahkan siap mengambil porsi tambahan jika masih ada sisa saham. Dukungan pendanaan pun telah dikantongi, mempertegas potensi penguatan posisi Qoala dalam struktur pemegang saham YOII ke depan.
Rencana penggunaan dana
Dari sisi penggunaan dana, sekitar 90% akan difokuskan untuk memperkuat pemasaran, distribusi, dan brand awareness. Sisanya dialokasikan untuk pengembangan teknologi, termasuk data center, keamanan sistem, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Strategi ini sejalan dengan arah bisnis YOII yang mengandalkan penetrasi produk asuransi berbasis gaya hidup dan distribusi digital. Di saat yang sama, Perseroan tetap menjaga disiplin profitabilitas melalui underwriting yang lebih prudent dengan dukungan teknologi analitik risiko.
Related News
OJK Setujui Pengangkatan Febrio Kacaribu sebagai Komisaris BNI
BNI Siap Kembalikan Dana Rp28M Aek Nabara, Tegaskan Bukan Produk Resmi
Emiten Hermanto Tanoko (DEPO) Sewa Lahan Milik Anak Usaha
Komisaris Emiten Properti (INPP) Ajukan Pengunduran Diri
Anak Usaha TINS Jajaki Kerja Sama Docking 13 Kapal ASDP di Batam
VICO Tarik Saham Anak Usaha Rp4,34M dari Tiga Entitas Saham Delisting





