Jual Sumber Pendapatan Rp354 M, Providen Agro (PALM) Bakal Jadi Perusahaan Investasi

26/11/2021, 12:00 WIB

Jual Sumber Pendapatan Rp354 M, Providen Agro (PALM) Bakal Jadi Perusahaan Investasi

EmitenNews.com - Perusahaan yang sebelumnya bergerak di industri pertanian PT Provident Agro Tbk (PALM) telah menjual seluruh saham miliknya pada PT Mutiara Agam seharga Rp354,4 miliar pada tanggal 23 November 2021. usai pelepasan anak usaha yang bergerak dibidang perkebunan itu, perseroan tidak punya sumber pendapatan lagi.


Merujuk pada keterangan resmi PALM, Jumat (26/11/2021) disebutkan, perseroan tidak lagi  memiliki sumber pendapatan, karena Mutiara Agam merupakan satu satunya sumber pendapatan. “Pada tahap ini, perseroan tengah melakukan kajian terhadap rencana untuk melakukan kegiatan usaha sebagai perusahaan investasi, yang dapat memberikan kontribusi pendapatan,” Sekretaris Perusahaan PALM, Lim Na Lie.


Dalam keterangan itu, perseroan melego Mutiara Agam kepada Duta Agro Makmur, Global Indo Bersaudara dan Lambang Jaya Agroperkasa. Ketiga pembeli itu bukan pihak terafiliasi dengan perseroan.


Sebelumnnya, perseroan melaporkan laba bersih sebesar Rp209,02 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, atau anjlok 76,22 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 yang terbilang Rp879,48 miliar.


Hal itu dipicu turunnya nilai penjualan aset. Jelasnya, pendapatan lain lain anjlok 84,18 persen dan tersisa Rp133,26 miliar. Hal itu dipicu pos perubahan nilai wajar investasi pada instrumen ekuitas anjlok 80,68 persen dan tersisa Rp124,8 miliar.


Terlebih di kuartal III 2021 ini, perseroan tidak membukukan penjualan investasi, berbanding terbalik dengan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp208,18 miliar


Padahal, pendapatan perseroan tercatat naik 39,03 persen menjadi Rp260,93 miliar. Rincinya, pendapatan dari minyak kelapa sawit naik 37,42 persen menjadi Rp235,16 miliar dan inti sawit naik 66,66 persen menjadi Rp25,776 miliar.


Walau beban pokok pendapatan membengkak 12,5 persen menjadi Rp135,35 miliar, tapi laba kotor naik 89,39 persen menjadi Rp125,58 miliar.


Author: Rizki