Pasca Akuisisi, RUPSLB Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) Rombak Komisaris dan Direksi

26/11/2021, 11:30 WIB

Pasca Akuisisi, RUPSLB Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) Rombak Komisaris dan Direksi

EmitenNews.com - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyampaikan hasil penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan pada tanggal 24 November 2021. Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.466.068.098 saham atau 62,77% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.

 

Merujuk risalah RUPSLB yang disampaikan kepada BEI, Jumat (26/11/2021) tertera penjelasan, menerima perubahan susunan pengurus perseroan dari susunan pengurus saat ini yaitu Komisaris Utama (Independen) Ir. Agoes Widjanarko, Komisaris Independen : Drs. Bambang Sulistomo, Komisaris Roy Edison Maningkas, Komisaris Rony N. Hendropriyono. Serta jajaran Direktur Utama Djoko Eko Suprastowo, Direktur Dwi Sihono Raharjo dan Direktur Ir. A. I. Budi Susilo.

 

Untuk selanjutnya, Susunan Pengurus berubah menjadi Komisaris Utama: Hendro Martowardojo, Komisaris Independen Ade Rahardja, Komisaris Ganda Kusuma.  Sementara untuk ajajran Direksi di isi oleh Direktur Utama  Ir. A. I. Budi Susilo, Direktur JB. Koesnarno, Direktur Rahman Sadikin, Direktur Moch Ardi Prasetiawan.

 

“Susunan Pengurus Perseroan diatas berlaku efektif sejak tanggal Rapat ini diputuskan,” kata Almanda Pohan Corporate Secretary Nusa Konstruksi Enjiniring.

 

Seperti diketahui, pada 6 Oktober 2021, PT Global Dinamika Kencana (GDK) telah mengakuisisi 51,85% saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).

 

Dengan akuisisi tersebut, GDK menjadi pemegang saham pengendali yang baru di DGIK. GDK adalah perusahaan investasi yang memiliki sejumlah perusahaan di bidang properti, infrastruktur, konstruksi, Reseach & Development, Medical Device Manfacturing dan Hi-Tech Healthcare Solution. Di bidang infrastruktur, properti dan konstruksi GDK juga memiliki PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara).

 

Komisaris Utama DGIK Hendro Martowardojo menyatakan dirgantara berdiri sejak tahun 1990. Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, jalan tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.

 

"Pembelian mayoritas saham DGIK tersebut merupakan langkah strategis bagi GDK untuk memperbesar dan memperkuat bisnis di bidang infrastruktur, properti dan konstruksi yang telah digeluti grup perusahaan selama 31 tahun terakhir," katanya di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

 

Pasca akuisisi, GDK telah melakukan konsolidasi secara internal dengan melakukan beberapa perbaikan dan penguatan dimana pelaksanaan RUPSLB hari ini merupakan bagian tahap akhir dari proses konsolidasi berupa penguatan dan menjadi tahap awal dimulainya proses turn arround story untuk memperbesar kontribusinya dan memperluas bisnisnya di sektor infrastruktur.


Author: Rizki