EmitenNews.com - Pefindo menegaskan peringkat PT Timah (TINS) idA dengan prospek stabil. Obligasi berkelanjutan I, dan sukuk ijarah berkelanjutan I Timah juga berlaku peringkat serupa. Perusahaan akan melunasi obligasi berkelanjutan I fase I Seri B, fase II Seri A, dan sukuk ijarah berkelanjutan Seri B sejumlah Rp1,05 triliun dengan kas internal. Surat utang itu, akan jatuh pada 15 Agustus 2022, dan 28 September 2022.


Per 31 Maret 2022, perusahaan memiliki kas senilai Rp2,1 triliun, dan fasilitas kredit belum digunakan Rp6,8 triliun per Mei 2022. Peringkat perusahaan mencerminkan posisi pasar sangat kuat, kegiatan operasional terintegrasi secara vertikal, proteksi arus kas, dan likuiditas kuat. Peringkat dibatasi kebijakan keuangan moderat, dan eksposur perusahaan terhadap volatilitas harga timah. 


Peringkat dapat dinaikkan jika perusahaan terus melakukan upaya penurunan utang intensif hingga level konservatif, dengan melakukan efisiensi biaya, dan menghasilkan EBITDA kuat secara berkelanjutan. Peringkat dapat diturunkan kalau perusahaan secara signifikan menambah utang baru lebih besar dari proyeksi tanpa dikompensasi kinerja bisnis lebih baik, dan jika fluktuasi harga timah global secara signifikan melemahkan pendapatan dan/atau profitabilitas perseroan.


Perubahan regulasi tidak menguntungkan seperti pemberlakuan larangan ekspor ingot seperti baru-baru ini direncanakan pemerintah juga berpotensi melemahkan arus kas, dan profil kredit perusahaan, mengingat pasar ekspor akan tetap mendominasi pendapatan perusahaan. 


Berdiri pada Agustus 1976, perusahaan tambang timah terintegrasi dengan fokus memproduksi timah ingot. Wilayah operasi utama berada Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Per 31 Maret 2022, saham kelas A perusahaan milik pemerintah Indonesia, saham kelas B milik Indonesia Asahan Aluminium 65 persen, dan publik 35 persen. (*)