100 Hari Pemerintahan: Manufaktur Tetap Jadi Lokomotif Ekonomi
:
0
Pada triwulan II 2025, pertumbuhan manufaktur mencapai 5,62 persen dengan kontribusi 16,92 persen terhadap PDB nasional.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan capaian kinerja positif Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa arah pembangunan nasional pada periode ini menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.
Sejalan dengan arah tersebut, sektor IPNM menunjukkan pertumbuhan solid di berbagai subsektor, dengan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB), ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja nasional.
"Kementerian Perindustrian berperan sebagai penggerak utama dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui penguatan sektor industri. Capaian yang kami sampaikan hari ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor industri dalam membangun Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Konferensi Pers Capaian Kemenperin Satu Tahun Pemerintahan Prabowo.Gibran, di Jakarta, Senin (20/10).
Kinerja manufaktur dalam masa kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan manufaktur mencapai 5,62 persen dengan kontribusi 16,92 persen terhadap PDB nasional, serta memberikan sumbangan 1,12 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Hal ini menegaskan bahwa industri manufaktur tetap menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Pencapaian ini merupakan bukti keberpihakan Presiden Prabowo terhadap industri dalam negeri, serta hasil diplomasi ekonomi internasional yang kuat. Kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada memberikan dampak positif terhadap permintaan ekspor produk industri nasional.
Industri manufaktur dalam negeri siap memasok kebutuhan dalam lima Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan kebijakan Asta Cita yang telah ditetapkan Bapak Presiden Prabowo. Pelaksanaan lima program PHTC telah meningkatkan permintaan atas produk manufaktur, meningkatkan utilisasi industri dan penyerapan tenaga kerja industri.(*)
Related News
Kabar Baru Konsolidasi BPR, OJK Gabungkan 81 Bank Jadi 24 Entitas
Bulog Bakal Luncurkan Beras Kita, Siap Varian Premium dan Medium
Rupiah Tembus Rp18.073, Tekanan Ritel Bebani Pasar
Penjualan Ritel Juni 2026 Membaik di Tengah Penurunan Musiman
Harga Emas Dunia Merosot, Emas Antam Turun ke Rp2,63 Juta
Saham Kospi Korsel Melonjak 2 Persen Ditopang Sektor Chip





