11 Sektor Hijau Serentak! IHSG Melesat 1,19 Persen Usai Imlek
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas pada hari pertama perdagangan usai libur Imlek, Rabu (18/2/2026). Sejak pembukaan hingga penutupan, indeks bergerak konsisten di zona hijau.
IHSG ditutup menguat 97,05 poin atau 1,19 persen ke level 8.310,22. Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak di kisaran 8.227 hingga menyentuh level tertingginya di 8.310.
Penguatan indeks komposit ditopang solid oleh hampir seluruh sektor. Sebanyak 11 indeks sektoral mencatat kenaikan, dengan sektor transportasi memimpin reli setelah melonjak 3,25 persen. Sektor energi menyusul dengan penguatan 2,45 persen, diikuti barang konsumen non primer yang naik 2,00 persen.
Sektor infrastruktur ikut menguat 1,94 persen, perindustrian naik 1,91 persen, dan barang konsumen primer menguat 1,71 persen. Sementara itu, sektor teknologi bertambah 1,35 persen, keuangan naik 0,89 persen, properti dan real estat 0,67 persen, barang baku 0,58 persen, serta sektor kesehatan naik tipis 0,12 persen.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga terbilang ramai. Total volume perdagangan mencapai 52,74 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,33 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3,2 juta kali. Secara keseluruhan, 454 saham ditutup menguat, 216 saham melemah, dan 145 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatat lonjakan signifikan. PT RMK Energy Tbk (RMKE) melesat Rp880 ke level Rp5.250 per saham. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik Rp900 ke Rp7.600, sementara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melonjak Rp825 ke posisi Rp7.700 per saham.
Di sisi lain, tekanan jual menimpa sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi Rp2.825 ke level Rp91.500 per saham. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) turun Rp450 ke Rp15.375, sedangkan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melemah Rp725 ke Rp7.125 per saham.
Adapun saham-saham teraktif diperdagangkan dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan frekuensi 233.824 kali dan nilai transaksi Rp3,01 triliun. Disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 111.964 kali senilai Rp705 miliar, serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dengan 92.445 transaksi senilai Rp478 miliar.
Related News
Aman dan Produktif, IPOT Luncurkan xRDN
Usai Libur Imlek, IHSG Sesi I Lanjut Ngegas 0,89 Persen ke 8.285
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Jateng-DIY Jelang Ramadan
Pasokan Masuk, Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Turun
Sudah 2,9 Juta WP Lapor SPT Lewat Coretax
Mentan: Hilirisasi Bisa Naikkan Nilai Tambah Kelapa 100 Kali Lipat





