EmitenNews.com -  Antrean perusahaan yang bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedikit susut memasuki akhir April 2026. Hingga 30 April 2026, tercatat 15 perusahaan masih berada dalam pipeline pencatatan saham, berkurang dari posisi 17 April 2026 yang mencapai 16 calon emiten.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya Kamis (30/5/2026) menyampaikan, “Sampai dengan 30 April 2026 telah tercatat 1 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp0,30 Triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.”

Sampai akhir April 2026, baru 1 perusahaan yang resmi mencatatkan saham di BEI, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), dengan total dana dihimpun Rp0,30 triliun.

Dari 15 calon emiten yang mengantre, sebanyak 11 perusahaan masuk kategori aset skala jumbo di atas Rp250 miliar dan 4 perusahaan berskala menengah dengan aset Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.  

Komposisi sektor masih didominasi Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, dan Healthcare yang masing-masing menyumbang 3 perusahaan. Disusul Infrastructures dan Technology masing-masing 2 perusahaan, serta Energy dan Financials masing-masing 1 perusahaan.

Sebelumnya, pasar sempat disorot rencana IPO PT AEP Nusantara Plantations (AEPN), anak usaha emiten asal Inggris AEP Plantations Plc (LSE: AEP), yang menargetkan realisasi pada pertengahan 2026. 

Selain itu dari konglomerasi Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga tengah mengkaji opsi IPO anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR), untuk mendanai ekspansi tambang emas dan tembaga di Aceh. Per April 2026, manajemen DEWA menegaskan rencana itu masih tahap studi internal dan belum ada keputusan konkret.(*)