15 Calon IPO Masuk Radar Bursa, Rencana Melantai di April-Juni 2026
:
0
Ilustrasi IPO.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 15 perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham atau Initial Public Offering (IPO) per 10 April 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dikutip Minggu (12/4/2026) mengungkapkan, dari jumlah tersebut, mayoritas calon emiten berasal dari kelompok aset skala besar dan tengah bersiap menuju pencatatan dalam waktu dekat.
“Sampai dengan 10 April 2026 telah tercatat 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar bos BEI itu.
Ia menambahkan, sebagian besar perusahaan dalam pipeline tersebut telah menggunakan laporan keuangan per akhir tahun buku sebagai dasar proses pencatatan.
“Laporan keuangan mereka sebagian besar, mungkin 100% menggunakan laporan keuangan per Desember. Sehingga nanti pencatatannya kita harapkan di bulan ini (April) hingga Juni ini, paling lambat,” jelas Nyoman.
Menurutnya, percepatan realisasi IPO sangat bergantung pada respons masing-masing calon emiten dalam memenuhi permintaan dan klarifikasi dari otoritas.
“Nanti tergantung dari pace atau kecepatan mereka memberikan tanggapan kepada kita. Ketika mereka segera menyampaikan tanggapan, tentu proses di kita akan lebih cepat,” tambah Nyoman.
Berdasarkan klasifikasi aset mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, kelima belas calon IPO itu tidak terdapat perusahaan dengan aset skala kecil. Sebanyak 4 perusahaan masuk kategori aset menengah dengan nilai aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sementara 11 perusahaan lainnya tergolong aset skala jumbo dengan nilai di atas Rp250 miliar.
Adapun, pipeline IPO per (10/4) ini didominasi sektor healthcare dengan 4 perusahaan. Disusul sektor consumer non-cyclicals sebanyak 3 perusahaan, serta consumer cyclicals, technology, dan infrastructures masing-masing 2 perusahaan.
Sementara itu, sektor energy dan financials masing-masing menyumbang 1 perusahaan. Adapun sektor sisanya belum terdapat perwakilan dalam pipeline saat ini.
Related News
Terbit 2 Aturan Baru OJK, Atur Kategorisasi Broker & Manajer Investasi
Gubernur BI Minta Perbankan Lebih Efisien, Cermati Alasannya
Bos BEI Tanggapi Pidato Presiden soal Ekspor SDA: IHSG Koreksi Teknis
Ini Cara BEI Tarik Minat Investor di Dalam dan Luar Negeri, Simak!
Perusahaan Entertainment dan PH Bakal IPO? Ini Kata BEI
DPR RI, Danantara, BUMN, & OJK Sidak ke BEI Bahas Stabilitas Pasar





