4 Emiten Berkinerja Negatif yang Terlempar dari Indeks Menengah MSCI
:
0
Dari 13 emiten yang didepak dari MSCI Global Small Cap Index Mei lalu, empat emiten di antaranya berkinerja negatif di Semester Pertama 2026. Foto: MSCI
EmitenNews.com - Sebanyak 13 emiten BEI resmi didepak (deletions) dari MSCI Global Small Cap Index dalam evaluasi indeks berkala (Index Review) oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Mei 2026.
Emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Selain itu juga, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Dari 13 emiten yang didepak tersebut kinerja sepanjang Semester Pertama 2026 ada empat emiten yang tumbuh negatif. Selebihnya tumbuh positif dan bahkan ada yang laba bersihnya naik signifikan.
Berdasarkan data yang dihimpun Emitennews.com, Rabu (12/8/2026), dari keempat emiten yang tumbuh negatif tidak ada yang berkinerja merah. Berikut adalah keempat emiten tersebut.
1.PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
BANK sukses memetik laba bersih sebesar Rp38,38 miliar di Semester I 2026. Namun laba bersih tersebut turun sebesar 52,04% dibandingkan laba bersih enam bulan pertama tahun 2025 yang sukses mengemas Rp80,04 miliar.
Penyesuaian margin beban hak pihak ketiga serta akselerasi alokasi beban operasional untuk perluasan infrastruktur integrasi ekosistem retail digital memberi kontribusi yang signifikan dalam penurunan profitabilitas bank digital syariah.
2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
BSDE di Semester I 2026 tidak mampu mengulang sukses mendulang laba bersih di atas Rp 1 triliun sebagaimana yang dicapai pada enam bulan pertama 2025 sebesar Rp1,29 triliun.
Laba bersih BSDE di paruh pertama 2026 Rp603,9 miliar atau turun 53,1% dari pencapaian Semester I-2025.
Koreksi laba bersih pada paruh pertama ini dipengaruhi oleh siklus serah terima unit properti/tanah skala makro yang tidak sepadat tahun lalu. Meski demikian penjualan pemasaran (marketing sales) produk residensial mandiri BSDE tetap stabil.
Related News
BEI Cecar Saham KOTA Usai Cetak ATH, Harganya Melonjak 224 Persen!
Usai Diakuisisi, 5 Pucuk Pimpinan MBSS Kompak Mengundurkan Diri
13 Emiten Ditendang dari MSCI Small Cap, Intip Kinerjanya
BEI Suspensi Khusus Saham TRUE & Lepas Gembok Saham TRUK
SMGR Kuasai 45% Pangsa Pasar, PEFINDO Beri Rating idAAA
Official Partner Odoo, ini Ekspektasi Zyrexindo (ZYRX)





