4 Pentolan Hartadinata (HRTA) Borong Saham Harga Atas, Ada Tujuan?
Salah satu gerai emas milik HRTA
EmitenNews.com - Emiten perdagangan emas perhiasan, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyampaikan bahwa direksi dan komisaris telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 21 Februari 2025.
Ong Deny Corporate Secretary dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (25/2) mengungkapkan bahwa Sandra Sunanto telah membeli saham HRTA sebanyak 450.000 lembar saham diharga Rp565-Rp575 per saham.
Pasca transaksi Sandra Sunanto yang berdomisili Jl H Kurdi Timur 1 No.4 RT.08 RW.010 Kelurahan
Pelindung Hewan, Kota Bandung tersebut menggenggam saham HRTA bertambah menjadi 3,1 juta lembar saham atau setara dengan 0,06%.
Kemudian Ong Deny Direktur HRTA ini memboron saham pada 21 Februari sebanyak 470.000 lembar di kisaran harga Rp560 - Rp570 per lembar.
Pasca transaksi kepemilikan Ong Deny yang berdomisili di Jl. Minangkabau No. 10, RT 001/RW 001, Kel.
Pasar Manggis, Kec. Setia Budi, Jakarta Selatan,Provinsi DKI Jakarta tersebut kini menggenggam sebanyak 2.200.000 lembar atau 0,04%.
Lalu Fendy Wijaya selaku Komisaris membeli saham HRTA sebanyak 440 ribu lembar pada 21 Februari 2025 pada harga Rp560 - Rp570 per lembar saham.
Fendy yang berdomisili di Jl. Laksana No. 24 RT 010/RW 001, Kel. Arjuna, Kec. Cicendo, Kota Bandung tersebut kini menguasai saham HRTA sebanyak 17.567.800 atau 0,37%.
Terakhir Cuncun Muliawan selaku Direktur HRTA membeli sebanyak 440.000 lembar di harga Rp560- Rp570 per lembar pada 21 Februari 2025.
Kini Cunncun yang berdomisili di Taman Holis Indah I 3 No. 20, RT. 008, RW. 005, Kel. Cigondewah Kidul, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung tersebut memiliki sebanyak 2.157.500 lembar saham atau 0,04%.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tulis Ong Deny.
Pada perdagangan hari ini Selasa (25/2) saham HRTA stagnan di harga Rp535 per lembar saham.
Related News
WIKA Beton (WTON) Raup Laba Rp40 Miliar, Siap Hadapi Pemulihan Siklus
MORA Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Serap Saham Publik yang Tolak Merger
WGSH Siap Tebar 1 Miliar Saham Bonus, Recording Date 7 April
Obligasi dan Sukuk RATU Catat Kelebihan Permintaan 6,8 Kali
Cisadane (CSRA) Catat Lompatan Penjualan, Laba Ikut Terkerek 25 Persen
Alih Kendali Internal, FAPA Pindah Tangankan Saham Senilai Rp18,77T!





