7 Saham Meroket Ratusan Persen Akhirnya Disetop
:
0
Potret Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) tampak dari depan.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan serangkaian penghentian sementara atau suspensi terhadap tujuh saham pada perdagangan Selasa (30/9/2025).
Saham-saham yang disuspensi adalah PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Bank Permata Tbk. (BNLI), PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO), PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) beserta Waran Seri I (MEJA-W), PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), serta PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis Senin (29/9) menjelaskan suspensi dilakukan sehubungan dengan adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham-saham tersebut.
“Penghentian sementara ini juga merupakan upaya cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” tegasnya.
Sebelum disuspensi, ketujuh saham tersebut terpantau mengalami kenaikan masing-masing.
Misalnya saham milik Haji Isam yakni, PGUN dalam catatan sepekan terakhir menunjukkan kenaikan sebesar 43,75% setara 5.600 poin di level Rp18.400, sebulan terakhir melesat setinggi 497,40% setara naik 15.320 poin, dan dalam sepanjang tahun terakhir (year-to-date) terpantau telah terbang 4.239,62% setara 17.976 poin dari sebelumnya Rp424 menjadi Rp18.400.
Kemudian, saham BNLI seminggu terakhir naik hingga 19,48% setara 970 poin di Rp5.950, naik 87,70% dalam sebulan terakhir setara 2.780 poin dari harga sebelumnya Rp3.170, dan sepanjang tahun ini telah melesat 529,63% atau naik senilai 5.005 poin dari sebelumnya Rp945.
Lalu, saham MEJA dalam seminggu terakhir bergerak naik 31,71% setara 39 poin di Rp162, dan dalam sebulan terakhir telah melambung hingga 116% setara naik 87 poin dari posisi sebelumnya Rp75.
Saham SRAJ milik Dato' Sri Tahir itu juga dalam sebulan terakhir memulai kenaikan hingga 3.100 poin atau setara 41,20% di level Rp10.625, tiga bulan terakhir juga terpantau bergerak lagi hingga 172,44% dari harga sebelumnya Rp3.900, dan mencatat kenaikan sebesar 350,21% naik 8.265 poin dari sebelumnya Rp2.360.
Ada pula, dari emiten grup Bakrie yakni, VKTR yang ikut tersuspensi di Rp262 setelah seminggu terakhir tercatat merangsek naik 19,59%, dalam sebulan terakhir melonjak lagi sebesar 100% dari Rp116 menjadi Rp232, dan puncaknya dalam triwulan terakhir yang menuai 172,94% dari harga sebelumnya Rp85.
Related News
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak
ARII Siapkan Investasi Jumbo Rp1 Triliun di Sumsel, Ini Sasarannya





