90 Persen Ekonom Yakin Fed Bakal Tahan Suku Bunga
:
0
Sebagian besar ekonom Amerika Serikat memperkirakan bank sentral Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. (Foto: pymnts.com)
EmitenNews.com - Sebagian besar ekonom Amerika Serikat memperkirakan bank sentral Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada pertemuan September mendatang. Proyeksi tersebut memperlihatkan kebijakan suku bunga diperkirakan bertahan tanpa kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Dalam jajak pendapat Reuters terhadap 104 ekonom pada 12 hingga 17 Agustus, sebanyak 94 responden atau 90 persen menyatakan The Fed akan menahan suku bunga pada September. Selain itu, sekitar 80 persen responden memperkirakan tidak ada perubahan tarif suku bunga hingga penutupan tahun.
Harian Ekonomi Korea merilis laporan yang menyebut mayoritas ekonom memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada bulan September dan hingga akhir tahun, yang berarti tidak akan ada kenaikan suku bunga pada tahun 2026.
Dalam laporan tersebut ekonom AS di HSBC, Ryan Wang, menyatakan inflasi bulan Juli secara umum stagnan sementara aktivitas ekonomi menunjukkan beberapa tanda perlambatan, sehingga mendorong pembuat kebijakan FOMC mengambil pendekatan tunggu dan lihat.
Di sisi lain kepala ekonom AS di Santander US Capital Markets, Stephen Stanley menilai pertemuan FOMC bulan depan sangat bergantung pada prospek inflasi. Sementara itu, Ketua Fed Kevin Warsh bulan lalu menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menurunkan inflasi kembali ke target 2 persen setelah lebih dari lima tahun berada di atas level sasaran.
Meskipun ekspektasi kenaikan mereda akibat data tenaga kerja dan penjualan ritel yang melemah, ketegangan AS dan Iran yang memasuki bulan keenam menjaga harga minyak tetap sekitar 25 persen di atas tingkat pra-konflik. Kondisi ini membuat risiko inflasi tetap membayangi pergerakan ekonomi global.
Kepastian arah kebijakan moneter The Fed ini membawa implikasi langsung bagi pasar keuangan Indonesia. Keputusan penahanan suku bunga acuan AS dapat meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta menjaga stabilitas arus modal asing di pasar obligasi dan saham dalam negeri.(*)
Related News
KOSPI Tembus 7.150, Nikkei Anjlok Akibat Imbal Hasil Obligasi
Dolar Melemah ke 99,5 Setelah Spekulasi Bunga Fed Mereda
Begini Respon OJK Soal Bursa Komoditas & Pasar Modal
Jepang dan China Lepas Obligasi AS, Nilai Anjlok USD72,1 M
Emas Stabil USD4.400 Usai Kenaikan Suku Bunga Fed Mereda
Prospek Damai AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dekati USD85





