EmitenNews.com - Harga emas dunia bertahan stabil di atas USD4.400 per ons pada perdagangan hari Selasa setelah mengalami kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Penguatan harga logam mulia ini mendapat dukungan dari memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.

Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tetap pada bulan September mendatang. Pelaku pasar juga tidak lagi sepenuhnya memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada akhir tahun, berbeda dengan proyeksi pada pekan sebelumnya.

Trading Economics menyebut pelemahan serangkaian data ekonomi Amerika Serikat menjadi pemicu utama meredanya spekulasi kenaikan suku bunga tersebut. Para investor kini menantikan rilis risalah pertemuan The Fed bulan Juli serta pidato Ketua Kevin Warsh pada simposium tahunan Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Selain faktor suku bunga, pelaku pasar tetap mewaspadai risiko inflasi global akibat meredupnya prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap Presiden Donald Trump yang menyatakan tidak tertarik memperpanjang kesepakatan perdamaian sementara turut memicu kekhawatiran geopolitik.

Di sisi lain, harga emas terus mendapat dorongan positif dari tingginya permintaan investasi serta aksi pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, khususnya dari China.

Perkembangan harga emas dunia di level USD4.400 per ons ini turut memengaruhi pasar domestik Indonesia. Tren penguatan emas global berpotensi mendorong kenaikan harga emas batangan di dalam negeri serta memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman bagi investor domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.(*)