EmitenNews.com - Mayoritas indeks saham di Asia sore ini Rabu (17/11) ditutup turun meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam melakukan reli setelah pertemuan virtual antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping tidak menghasilkan langkah besar untuk memecahkan sengketa dagang dan isu-isu lain dalam hubungan bilateral kedua negara.
"Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data Neraca Perdagangan Jepang yang memperlihatkan perlambatan lebih lanjut pada pertumbuhan ekspor," kata analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha. Nilai ekspor Jepang tumbuh 9.4% (Y/Y) di bulan Oktober, terendah sejak bulan Februari menyusul kenaikan 13% (Y/Y) pada bulan September.
Ekspor ke AS naik tipis 0.4%, tertekan oleh penurunan tajam pada ekspor mobil sementara ekspor ke Tiongkok meningkat 9.5%, juga terendah sejak Februari. Impor membengkak 26.7% akibat kenaikan harga minyak mentah.
Neraca Perdagangan secara tak terduga mengalami defisit JPY67.4 miliar, bertolak belakang dengan ekspektasi surplus JPY310 miliar dan surplus JPY840.8 miliar pada bulan yang sama tahun lalu. Neraca Perdagangan Jepang sudah mencatatkan defisit selama 3 bulan beruntun.
Rilis data yang terpisah memperlihatkan bahwa Machinery Orders, sebuah indikator penting untuk meramalkan Belanja Modal (Capex) tidak mencatatkan pertumbuhan (0.0% M/M) di bulan September, tidak sesuai dengan ekspektasi kenaikan 1.8% dan turun dari ekspansi 2.4% (M/M) di bulan Agustus.
"Dari Eropa, investor bereaksi atas rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index atau CPI) Inggris yang memperlihatkan bahwa inflasi naik 4.2% (Y/Y) di bulan Oktober, lebih cepat dari kenaikan 3.1% (Y/Y) di bulan September dan ekspektasi pasar yang sebesar 3.9%," tambah Dustin.
Bank Of England (BOE) memprediksi inflation akan terus naik hingga sekitar 5% pada musim semi 2022 sebelum turun mendekati target 2% di akhir 2023 seiring dengan oudarnya dampak lonjakan harga minyak mentah dan gas alam serta permintaan barang yang tumbuh moderat.
Statistik:
IHSG: 6,675.80 | +24.60 poin |(+0.37%)
Volume (Shares) : 28.4 Billion
Total Value (IDR) : 15.0 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,221.0 Trillion
Foreign Net BUY (RG): IDR 320.4 Billion
Saham naik : 241
Saham turun : 281
Sektor Pendorong Indeks:
Teknologi : +30.66 poin
Transportasi & Logistik : +19.23 poin
Perindustrian : +16.27 poin
Top Gainers:
ITMG : 19,950| +850| +4.45%
UNTR : 22,975| +550| +2.45%
MCAS : 12,425| +325| +2.69%
MCOL : 3,340| +310| +10.23%
PRDA : 7,950| +300| +3.92%
Top Losers:
GGRM : 33,650| -650| -1.90%
DSSA : 49,325| -650| -1.30%
FISH : 7,825| -575| -6.85%
EDGE : 23,200| -500| -2.11%
INTP : 11,875| -325| -2.66%.(fj)
Related News
IHSG Tumbang di Penutupan Pekan, Merosot 53 Poin ke 8.212
Bangun Ekosistem Syariah, BSN Gandeng UNS
Nyemek ala Warmindo Makin Hype!
IHSG Melemah ke 8.218, Saham Big Caps Tekan Indeks
KISI Raih Obligasi Rupiah Terbaik 2025 di Alpha Southeast Asia Award
SMV Kemenkeu Kucurkan Rp4,48 Miliar Untuk Bangun 56 Rumah Layak Huni





