Ada Kabar Dicaplok Ritel Asal Kanada, Saham Jaya Swarasa (TAYS) Mentok ARA

EmitenNews.com - Perusahaan segmen toko ritel terbesar asal Kanada dikabarkan tengah menggelar due diligence terkait akuisisi saham PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) atau Tays Bakers. Akuisisi ini bertujuan untuk penguatan pasar ekspor ke Amerika Serikat.
Menurut sumber menyebutkan bahwa perusahaan minimarket tersebut juga sudah memiliki beberapa gerai di Indonesia. “Akuisisi ini sangat strategis, jika benar-benar diwujudkan, karena Tays Bakers akan mendapat jaringan distribusi ritel hingga manca negara,” terangnya di Jakarta, Selasa (4/4/2023).
Meski isu tersebut mulai menyeruak, belum ada info resmi dari managemen Tays Baker terkait pembicaraan akuisisi ini. Sedangkan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/4/2023), saham TAYS ditutup auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 53 (34,19%) menjadi Rp 208.
Sedangkan berdasarkan data ibisword.com dan foodinsight.org bahwa sebanyak 57% orang Amerika Serikat (AS) menyukai makanan ringan (snack). Bahkan, nilai transaksinya bisa mencapai $ 43miliar per tahun. Hal ini mendorong Tays Bakers tertarik untuk memasuki pasar Amerika Serikat (AS) dengan merelakan sebagian sahamnya dilepas ke jaringan ritel yang sudah tersebar luar di negara tersebut.
Ketertarikan bekerja sama dengan perusahaan ritel tersebut juga didukung target pengoperasian pabrik baru Tays Baker tahun ini. Nantinya produk pabrik tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Hingga 2022, Tays Bakers membukukan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 57% dari Rp 4,90 miliar menjadi Rp 7,73 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan.
Penjualan bersih naik 5% menjadi Rp 332,02 miliar pada 2022, dibandingkan tahun 2021 senilai Rp 315,94 miliar. Beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp 245,18 miliar, dibandingkan periode sama 2021 sejumlah Rp 241,02 miliar.
Sebelumnya, CEO Tays Bakers Alexander Anwar mengatakan bahwa kinerja perusahaan di tahun 2022 telah menjadi kinerja terbaik selama berdiri lebih dari 20 tahun. Peningkatan tersebut membuktikan tingginya minat masyarakat terhadap produk perseroan di tengah saturasi pasar makanan ringan yang sangat tinggi.
“Pesatnya peningkatan laba serta penjualan kami menunjukkan bahwa pasar sangat antusias dalam menerima produk-produk kami. Antusiame inilah yang mendorong rencana kami di tahun 2023 ini untuk meluncurkan 3-4 inovasi baru makanan ringan yang memiliki kandungan menyehatkan dan lezat, sesuai dengan motto TAYS, yaitu taste better,” kata Alexander.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024