Ada PNLF hingga TUGU, Ini Deretan Saham Asuransi dengan Valuasi Murah
:
0
EmitenNews.com -Saham-saham di sektor asuransi banyak memberikan diskon dari sisi valuasi. Beberapa di antaranya seperti PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) bahkan ditransaksikan di bawah nilai bukunya atau di bawah 1x price to book value (PBV)
Saham-saham di industri asuransi memang memiliki kecenderungan tidak terlalu likuid ditransaksikan di pasar sekunder. Hal ini membuat harga sahamnya cenderung ‘susah gerak’.
Meskipun tidak terlalu likuid tetapi analis Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana menilai terdapat beberapa saham asuransi dengan market cap cukup besar masih likuid ditransaksikan dan memiliki valuasi terdiskon.
“Saat ini ada saham sektor non bank yang berkaitan dengan asuransi yang cukup likuid dan punya market cap yang tidak terlalu kecil serta PBV rendah seperti PNLF dan TUGU,” kata Radit.
Price to book value atau PBV merupakan salah satu parameter untuk mengukur valuasi dari emiten khususnya untuk sektor finansial. Semakin tinggi PBV maka mencerminkan valuasi dari emiten tersebut makin mahal dan begitu pula sebaliknya.
PNLF, sebenarnya merupakan perusahaan yang bergerak di industri keuangan di mana ada anak usahanya yang bergerak di bidang asuransi milik grup Panin merupakan salah satu saham asuransi yang bisa dikatakan cukup likuid ditransaksikan dan memiliki nilai kapitalisasi pasar yang relative besar dibandingkan kompetitornya. Hingga ses perdagangan PNLF memiliki market cap Rp8,9 T.
Kendati market cap-nya hampir mencapai Rp 10 triliun, tetapi PNLF diperdagangkan dengan rasio PBV setara 0,30x. Artinya, nilai PNLF di pasar saat ini masih sepertiga dari nilai wajarnya.
Related News
Tokenisasi Aset Global Meledak, PINTU Perkuat Ekosistem 48 Opsi Aset
5 Saham Paling Boncos dan Tahan Gempuran di Sesi I IHSG (18/5)
KISI Terus Dorong Literasi dan Akses Investasi bagi Generasi Muda
Luluh-Lantak Nyaris 5 Persen! IHSG Dibombardir Sentimen Buruk Beruntun
Breaking: IHSG Awal Pekan Dibuka Jeblok 2 Persen Lebih ke Level 6.500
Wall Street Terjungkal, IHSG Ikut Tertekan





