Adiknya Mundur, Duta Intidaya (DAYA) Nobatkan Alissa Wahid Sebagai Komisaris Utama
:
0
EmitenNews.com - PT Duta Intidaya Tbk. (DAYA) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 13 Mei 2022. DAYA merupakan perusahaan yang bergerak di industri perdagangan produk kesehatan dan kecantikan dan bertengger di papan pengembangan dan tercatat di Bursa sejak 28 Juni 2016.
Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.235.037.663 saham atau 92,34% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.
RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun 2021 dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers.
"RUPST menyetujui pengunduran diri Zannuba Arifah Chafsoh Rahman sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Perseroan dan menyetujui pengunduran diri Alan John Heaton sebagai Komisaris Perseroan yang berlaku efektif sejak Rapat ditutup,"terang Manajemen DAYA Rabu (18/5).
RUPST juga menyetujui pengangkatan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Perseroan, untuk masa jabatan sejak tanggal 13 Mei 2022 yang akan berakhir pada saat penutupan rapat umum pemegang saham tahunan Perseroan yang ketiga setelah pengangkatannya yang akan diadakan pada tahun 2025.
Selanjutnya menyetujui pengangkatan Scott John Blakemore sebagai Komisaris Perseroan, untuk masa jabatan sejak tanggal 13 Mei 2022.
Dengan demikian, susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris dan Komisaris Independen : Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid
Komisaris Independen : Irwan Bunyamin Afiff
Related News
Siapkan Rp12,6 Triliun, Pengendali Baru MAPI Buru Saham Publik
BOAT Bidik Asia Tenggara, Siapkan Ekspansi Armada dan Subsea
Aksi Pengendali MPRO Jual 6,5 Juta Lembar Saham Senilai Rp50 Miliar
Dividen Spesial CLPI Rp170,51/Saham, Yield Sentuh 10,15 Persen!
ADCP Bayar Bunga Obligasi III Rp10,2 Miliar Usai Sempat Gagal Bayar
PPRI Bidik Penjualan Q2-2026 Rp80 Miliar, Agresif Tambah Pasar Baru





