EmitenNews.com - Asuransi Maximus Graha Persada (ASMI) memandang kinerja semester I 2026 perlu dipahami secara komprehensif dengan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan terus berkembang. Nah, di tengah volatilitas pasar meningkat, ASMI tetap berkomitmen menjaga fundamental bisnis, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, menjalankan pengelolaan risiko, dan investasi secara prudent.

Direktur Utama Asuransi Maximus Graha Persada, Jemmy Atmadja, mengatakan dinamika pasar merupakan bagian tidak terpisahkan dari siklus industri jasa keuangan. Oleh karena itu, fokus perseroan tetap pada penguatan fundamental, pengelolaan risiko disiplin, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

”Kami memahami kondisi pasar dan iklim investasi semester I 2026 menghadirkan tantangan bagi industri jasa keuangan. Namun, fokus kami tidak berubah, yaitu menjaga fundamental tetap kuat, memperkuat kualitas bisnis, dan memastikan seluruh komitmen kepada nasabah, mitra usaha, investor, dan pemegang saham tetap terpenuhi dengan baik. Kami percaya tata kelola baik, manajemen risiko prudent, dan strategi bisnis konsisten akan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan," tutur Jemmy.

Sepanjang semester I 2026, pasar keuangan domestik mengalami volatilitas cukup tinggi seiring peningkatan persepsi risiko investor terhadap Indonesia. Kondisi tersebut tercermin pada pergerakan pasar saham, pasar obligasi, dan nilai tukar Rupiah memengaruhi penilaian berbagai instrumen investasi pasar.

Dinamika tersebut merupakan market risk yang dirasakan secara luas oleh pelaku industri keuangan, termasuk perseroan. Tekanan terhadap hasil investasi perseroan Semester I 2026 lebih banyak dipengaruhi kondisi pasar dibanding perubahan fundamental portofolio investasi.

Lonjakan country risk Indonesia periode itu, memberi dampak terhadap volatilitas pasar saham, obligasi, dan nilai tukar Rupiah. Kondisi itu, memengaruhi valuasi berbagai instrumen investasi, dan berdampak pada penilaian portofolio investasi berbagai pelaku pasar, termasuk perseroan. Jadi, tekanan terhadap hasil investasi Semester I 2026 lebih mencerminkan dinamika pasar dibanding perubahan fundamental aset investasi kami miliki," ucap Norvvin Osel, Direktur Perseroan.

Norvin menambahkan sebagian besar penurunan nilai investasi dicatat perseroan bersifat sementara, dan masih berupa unrealized loss, sehingga belum merupakan kerugian yang direalisasikan. "Portofolio investasi tetap ditempatkan pada instrumen dengan fundamental baik, dikelola secara disiplin sesuai kebijakan investasi, dan prinsip kehati-hatian. Penurunan nilai semester I 2026 merupakan refleksi kondisi pasar pada periode pelaporan, dan belum mencerminkan realisasi kerugian atas aset investasi perseroan," tambah Norvin.

Perseroan akan terus memperkuat kualitas underwriting, menjaga disiplin dalam pengelolaan investasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengedepankan  manajemen risiko prudent guna mendukung pertumbuhan usaha sehat, dan berkelanjutan. Jemmy menegaskan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan akan selalu menjadi prioritas utama perseroan.

"Kepercayaan merupakan aset terpenting dalam industri asuransi. Oleh karena itu, kami akan terus menjaga kesehatan perseroan, memperkuat tata kelola, mengelola risiko secara prudent, memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabah, dan mitra usaha. Kami meyakini fundamental kuat, disiplin dalam menjalankan strategi, dan pengelolaan risiko baik akan menjadi modal utama dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Jemmy. (*)