EmitenNews.com - Tiga bank pembangunan daerah (BPD) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BE) sama-sama membukukan pertumbuhan laba sepanjang semester I 2026. Ketiga BPD itu yakni, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), dan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS).

Jika menilik dari pertumbuhan labanya, BEKS mencatat pertumbuhan laba paling tinggi secara tahunan, meski secara nominal masih di bawah BJBR dan BJTM.

Bank Banten (BEKS) membukukan laba bersih Rp21,36 miliar pada semester I 2026, melonjak 239,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,30 miliar.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan bunga gross yang meningkat 39,8% menjadi Rp359,07 miliar. Setelah dikurangi beban bunga, pendapatan bunga bersih BEKS mencapai Rp125,39 miliar atau tumbuh 29,3%.

Selain itu, BEKS mencatat perbaikan kualitas aset keuangan sebesar Rp15,76 miliar, berbalik dari beban Rp12,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Bank Jatim (BJTM) mencatat laba tahun berjalan terbesar di antara ketiganya, yakni mencapai Rp1,25 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 53,49% dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp811,11 miliar.

Kinerja BJTM ditopang pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp4,77 triliun, tumbuh 39% dari Rp3,43 triliun. Pendapatan tersebut didorong pertumbuhan pendapatan bunga dan syariah gross sebesar 36,13% menjadi Rp6,72 triliun.

Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk BJTM meningkat menjadi Rp729,18 miliar, dengan laba per saham mencapai Rp48,56.

Di posisi berikutnya, Bank BJB (BJBR) membukukan laba bersih Rp782,83 miliar, naik sekitar 58,8% dari Rp492,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba BJBR sejalan dengan kenaikan pendapatan bunga dan syariah neto sebesar 9,05% menjadi Rp3,94 triliun. Di sisi lain, perseroan mampu menekan beban bunga dan bagi hasil syariah sebesar 12,3% menjadi Rp4,27 triliun.