EmitenNews.com - Abadi Kreasi Unggul Nusantara terus menampung saham Sinergi Inti Andalan Prima (INET). Itu ditunjukkan dengan menjala 158.115.000 helai alias 158,11 juta eksemplar. Transaksi penimbunan saham itu, telah ditahbiskan pada 11 Februari 2026.

Transaksi akumulasi tersebut telah dipatenkan dengan harga pelaksanaan Rp364 per helai. Harga beli itu, lebih rendah 18 poin alias 4,71 persen dari penutupan perdagangan saham perseroan edisi 11 Februari 2026 di level Rp382 per lembar. 

Meski lebih rendah dari harga pasar, sang pengendali perseroan itu, dipaksa mengeluarkan dana taktis senilai Rp57,55 miliar. Sebagai kompensasi dari aksi beli itu, timbunan saham Sinergi Andalan dalam genggaman Abadi Kreasi makin tebal. Tepatnya, menjadi 12,97 miliar lembar alias 57,99 persen.

Mengalami lompatan 0,71 persen dari episode sebelum transaksi dengan kalkulasi 12,81 miliar eksemplar atau selevel dengan 57,28 persen. Akhir pekan lalu, saham INET melejit 8 poin alias 2,13 persen menjadi Rp384 per lembar. Lima hari terakhir, saham INET melesat 52 poin alias 15,66 persen dari 9 Februari 2026 di level Rp332.

Per 31 Januari 2026, pemegang saham INET selain Abadi Kreasi, yaitu Muhammad Arif dengan 23.333 lembar, dan publik 9,86 miliar saham alias 44,0946 persen. Jumlah investor 173.902 pihak, naik 89.760 pihak dari 84.142 pihak. Penerima manfaat akhir yaitu Adhi M Masardi. (*)