Airlangga Optimistis Rupiah tak Tembus Rp19.000/USD, Begini Alasannya
:
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok. Sekretariat Kabinet.
EmitenNews.com - Dolar AS menguat mendekati Rp18.200 pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis nilai tukar rupiah terhadap USD tidak akan melemah hingga menembus Rp19.000. Alasannya, kondisi makroekonomi Indonesia masih relatif stabil.
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto mengemukakan hal tersebut kepada wartawan, di Jakarta, Rabu.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu bergerak melemah 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.184, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156.
Dalam catatan Bank Indonesia (BI) pergerakan rupiah dan mata uang kawasan masih dipengaruhi oleh ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan BI pada sore ini tercatat berada pada level Rp18.183.
Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea, kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas USD115 per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. “Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat."
Sentimen risk-off yang memburuk mendorong penguatan dolar AS dan arus keluar dana dari pasar negara emerging markets. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Sementara itu, dari domestik, kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menekan aliran dana. Kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menambah tekanan.
Erwin menyebutkan, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Secara bulanan, rupiah melemah 1,15 persen. Cadangan devisa tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.
"Bank Indonesia terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya," kata Erwin.
BI juga terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya.
Related News
Tujuan Ekspor, RI Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS USD33 Miliar
Kejar Target Lifting 2027, SKK Migas Siapkan Strategi Produksi Minyak
Omzet Produk UMKM Jaringan Toko Kelontong SRC Capai Rp12,9 Triliun
Pasokan Gas RI Susut, Morgan Stanley Proyeksi Dampaknya
Susul Wall Street, Saham Teknologi Pacu Nikkei 225 Naik 1,1%
Penurunan Harga Minyak Dorong Penguatan Emas Dunia





