EmitenNews.com - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo menguat 1,1 persen menuju level 64.000 pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Penguatan yang terjadi selama dua sesi berturut-turut ini mengikuti kenaikan bursa Wall Street yang didorong oleh optimisme baru di sektor kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data Trading Economics pada Rabu (28/10/2026), rali pasar saham global tersebut dipicu oleh pengumuman pembiayaan Broadcom senilai USD63miliar yang terkait dengan penggunaan teknologinya oleh Anthropic. Sentimen positif sektor teknologi juga didukung laporan kinerja produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, yang membukukan lonjakan signifikan pada pendapatan dan laba operasional akibat kuatnya permintaan AI.

Kenaikan indeks saham di kawasan Asia turut ditopang oleh penurunan harga minyak mentah dunia di tengah berjalannya upaya diplomatik baru untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Penurunan harga energi ini memberikan kelegaan terhadap tekanan biaya operasional bagi negara-negara pengimpor minyak.

Di saat bersamaan, para pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian pada pengumuman keputusan kebijakan dari sejumlah bank sentral utama dunia pekan ini. Federal Reserve (The Fed), Bank Central Eropa (ECB), dan Bank of Japan (BOJ) diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuan tetap tidak berubah, selagi pasar memperhitungkan peluang penyesuaian suku bunga pada Desember mendatang.

Penguatan Nikkei 225 dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi dan rantai pasok AI. Kenaikan signifikan dicatatkan oleh Kioxia sebesar 7,3 persen, Taiyo Yuden naik 7,7 persen, Ibiden Co menguat 5,6 persen, serta Advantest dan SoftBank Group yang masing-masing naik 2,3 persen.

Penguatan bursa saham kawasan regional Asia-Pasifik ini memberikan sinyal positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia, terutama dalam mendorong kepercayaan investor domestik pada saham sektor teknologi dan manufaktur penunjang rantai pasok global.(*)