Akhiri Mei, IHSG Malah Gagal Melesat, Saham Buangan MSCI Dominan Hijau
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - IHSG sempat bikin harapan palsu sebelum akhirnya tumbang di akhir sesi perdagangan Jumat (29/5/2026). Setelah dibuka melemah dan sempat melesat ke zona hijau hingga menyentuh level tertinggi harian 6.230,50, indeks komposit justru berbalik arah dan ditutup anjlok di tengah tekanan jual pada saham-saham perbankan jumbo.
Sebanyak 409 saham melemah, 217 saham menguat, dan 137 saham stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai dengan volume transaksi mencapai 46,96 miliar saham, frekuensi 2,37 juta kali, dan nilai transaksi jumbo sebesar Rp49,94 triliun.
Saham sektor keuangan kembali menjadi pemberat utama IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling besar di antara bank jumbo, yakni 4,6% ke Rp5.700 dengan nilai transaksi mencapai Rp5,8 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang merosot 3,9% ke Rp2.950 dengan transaksi Rp3,2 triliun.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 3,65% ke Rp3.700 dengan transaksi Rp595,3 miliar, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,21% ke Rp4.080 dan mencatat nilai transaksi Rp1,8 triliun.
Di tengah tekanan IHSG, saham-saham Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu justru mendominasi daftar top gainers. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 25% ke Rp3.300, diikuti PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 24,87% ke Rp4.670, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,76% ke Rp1.940, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 24,75% ke Rp630.
Selain itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga ikut menguat 12,58% ke Rp850. Hanya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang bergerak berlawanan arah setelah turun 6,05% ke Rp1.785.
Dominasi saham Grup Barito juga terlihat di daftar top gainers harian. Setelah saham KJEN yang melesat 34,18% dan RATU naik 25%, posisi berikutnya ditempati BREN, PTRO, BRPT, dan CUAN.
Menariknya, sejumlah saham Grup Barito yang melonjak tersebut sebelumnya termasuk dalam daftar emiten yang didepak dari indeks utama MSCI dalam rebalancing terbaru. BREN, TPIA, dan CUAN keluar dari MSCI Global Standard Index bersama PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Meski keluar dari indeks MSCI utama, sebagian besar saham tersebut justru bangkit tajam pada perdagangan hari ini. Selain Grup Barito, AMMN juga menguat 6,11% ke Rp3.300 dan DSSA melonjak 13,89%.
Sementara AMRT menjadi satu dari sedikit saham eks-MSCI yang masih terkoreksi setelah turun 3,36% ke Rp1.150, meskipun tetap masuk ke indeks MSCI Global Small Cap.
Related News
IHSG Siang (29/5) Ngacir, Investor Ramai-Ramai Buy on Weakness
Temuan Kementan: 85,56 Persen Beras Premium Tak Penuhi Standar
PHE - Cikarang Listrindo Amankan Gas Untuk KI Jababeka dan MM2100
Butuh Acuan Investasi? Nih, Gemini Rilis Prediksi Pasar Didukung Grok
IHSG Pagi Jumat (29/5) Sempat Koreksi Imbas MSCI, Berbalik Rebound!
18 Saham Didepak MSCI Hari Ini, Pengamat Ungkap Koreksi Sehat IHSG





