Aktivitas Pencatatan BEI 2025, IPO Sepi-Delisting Makin Banyak
Ilustrasi aktivitas pencatatan di BEI.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar penutupan perdagangan tahun 2025 hari ini (Selasa, 30/12). Itu artinya, seluruh aktivitas pencatatan saham telah berakhir.
Aktivitas pencatatan saham yang dimaksud adalah new listing, delisting, dan relisting.
Secara rinci berdasarkan data BEI, pencatatan perdana saham (new listing) tahun ini berjumlah 26 perusahaan. Nama-nama perusahaan yang dimaksud antara lain; PT Asuransi Digital Bersama Tbk, PT Raharja Energi Cepu Tbk, PT Kentanix Supra International Tbk, PT Raja Roti Cemerlang Tbk, PT Hero Global Investment Tbk, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk.
Kemudian, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, PT Delta Giri Wacana Tbk, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk, PT Sinar Terang Mandiri Tbk, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, PT Fore Kopi Indonesia Tbk, PT Medela Potentia Tbk, PT Cipta Sarana Medika Tbk, PT Pancaran Samudera Transport Tbk, PT Asia Pramulia Tbk, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk.
Selain itu ada juga, PT Indokripto Koin Semesta Tbk, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk, PT Diastika Biotekindo Tbk, PT Merry Riana Edukasi Tbk, PT Trimitra Trans Persada Tbk, PT Merdeka Gold Resources Tbk, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, serta PT Super Bank Indonesia Tbk.
Dengan catatan itu, jumlah IPO saham tahun ini turun 35% dari 40 perusahaan di 2024.
Begitu juga dengan delisting. Pada tahun ini, BEI cukup banyak melakukan delisting hingga 12 perusahaan.
Perusahaan dan saham yang delisting dari BEI tahun ini adalah PT Smartfren Telecom Tbk, PT Hanson International Tbk, PT Forza Land Indonesia Tbk, PT Nipress Tbk, PT Steadfast Marine Tbk, Prima Alloy Steel Universal Tbk, PT Panasia Indo Resources Tbk, PT Grand Kartech Tbk.
Selain perusahaan-perusahaan itu, delisting juga telah berlaku untuk PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk, PT Cottonindo Ariesta Tbk, Mas Murni Indonesia Tbk, dan Multistrada Arah Sarana Tbk.
Berbeda dengan IPO saham, jumlah delisting melonjak tajam dari hanya satu perusahaan saja pada 2024.
Di sisi lain, BEI baru saja merilis daftar perusahaan yang berpotensi delisting. Jumlahnya mencapai 70 perusahaan.
Adapun tahun ini BEI tidak mencatat ada perusahaan yang relisting. (*)
Related News
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan





