Aliran Modal Pasar Berkembang Akan Tetap Lemah Namun Akan Pulih Pada Tahun 2024
EmitenNews.com—Pengetatan Fed kemungkinan akan sangat membebani aliran modal bersih ke pasar negara berkembang (EM) tahun ini, tetapi kami perkirakan aliran ke pulih pada tahun 2024 karena suku bunga kebijakan dipotong dan pertumbuhan EM relatif terhadap ekonomi maju meningkat, kata Fitch Ratings dalam laporannya “Arus Modal Pasar Berkembang Dipukul oleh Pengetatan Fed, Tetapi Harus Pulih pada 2024”.
Fitch telah menganalisis tren terbaru dalam aliran modal swasta bersih ke EM terbesar, dengan fokus pada 10 negara yang tercakup dalam "Global Economic Outlook" (GEO) Fitch. Aliran modal bersih ke negara-negara berkembang di luar Tiongkok (EM9) turun tajam tahun lalu dan mencapai negatif USD120 miliar (-2% dari PDB EM9) hampir sama lemahnya dengan yang dicatat selama krisis keuangan global pada tahun 2008. Namun, hal ini sebagian besar mencerminkan penurunan dalam arus ke Rusia setelah perang di Ukraina dan peningkatan arus keluar modal Rusia. (Analisis utama menggunakan ukuran agregat yang mengecualikan China karena aliran negara tersebut mengerdilkan arus ke negara EM lainnya.)
Aliran bersih sebenarnya positif tahun lalu dan secara luas sejalan dengan aliran rata-rata yang terlihat setelah taper tantrum pada tahun 2013 ketika tidak memasukkan Tiongkok dan Rusia .
Fitch telah mengembangkan model penggerak makro global arus modal EM yang terdiri dari tiga variabel utama: ukuran VIX dari selera risiko, perbedaan pertumbuhan PDB antara EM dan pasar maju (DM), dan kebijakan moneter AS. Model tersebut menunjukkan bahwa arus modal EM akan tetap lemah tahun ini sebagai akibat dari pengetatan Fed di masa lalu dan prospektif. Kami melihat arus modal bersih meningkat secara signifikan pada tahun 2024, menjadi 2% dari PDB EM9, karena Fed mulai memangkas suku bunga kebijakan dan perbedaan pertumbuhan EM-DM membaik.
Tekanan perbankan baru-baru ini belum dikaitkan dengan lonjakan tajam dalam penghindaran risiko (sebagaimana diukur dengan VIX) sejauh ini, namun arus bank merupakan salah satu komponen arus modal EM yang lebih tidak stabil.
Related News
Purbaya: Lewat Batas, Anggaran Tak Terpakai, Kita Tarik atau Hangus!
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?





