Ambisi AVIA Caplok AkzoNobel (Dulux-Catylac) & Setir Kemudi Tanoko
:
0
Foto Ruslan Tanoko dalam tangkapan layar Live Streaming YouTube Stockbit. Dok. Ida Farida/emitennews
EmitenNews.com - Sekilas, pergerakan bisnis PT Avia Avian Tbk (AVIA) terlihat defensif di tengah kelesuan sektor properti dan tekanan inflasi bahan baku. Namun, jika dibedah dari peta permodalan hingga paparan earnings call Semester I-2026, emiten pelapis ini justru sedang menyiapkan manuver ekspansi agresif yang ditopang oleh struktur kepemilikan saham yang amat pekat (tight control) serta ekosistem konsumen yang sulit ditembus kompetitor.
Dua Gelombang Price Hikes: Bukti Pricing Power di Tengah Inflasi
Sepanjang Semester I-2026, AVIA membukukan Penjualan Neto konsolidasi sebesar Rp4,59 triliun, tumbuh 18,2% secara tahunan (YoY). Capaian ini diraih di tengah tekanan beban operasional akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan fluktuasi harga bahan baku petrokimia.
Mitigasi yang dilakukan manajemen mengonfirmasi daya tawar produk (pricing power) yang kuat melalui eksekusi kenaikan harga jual rata-rata (ASP) dalam dua gelombang:
- Gelombang I (April 2026): Penyesuaian harga sebesar 7%–10%.
- Gelombang II (Mei 2026): Penyesuaian tambahan sebesar 5%–8% untuk kategori cat tembok, kayu, metal, dan waterproofing.
Pasar terbukti mampu menyerap penyesuaian harga ini tanpa memicu penurunan volume penjualan yang drastis, sehingga Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) terkonsolidasi berhasil dipertahankan pada level solid 45,4% pada akhir Juni 2026.
Baca Juga: Dibuang 3, Sisa 1 Anak Emas Prajogo di MSCI Global Standard Index
Ambisi Akuisisi AkzoNobel: Mendongkrak Market Share Menuju 34%
Katalis terbesar yang menjadi sorotan utama pelaku pasar adalah konfirmasi keterlibatan AVIA dalam proses penawaran akuisisi 100% lini bisnis AkzoNobel (AXO) di Indonesia, dengan batas akhir penawaran (bidding deadline) pada 4 September 2026.
Wakil Direktur Utama AVIA, Ruslan Tanoko, secara terbuka dalam sesi Earnings Call pada Live Streaming YouTube Stockbit Rabu (19/08), mengonfirmasi partisipasi perseroan dan menegaskan bahwa kekuatan jaringan distribusi AVIA akan menciptakan sinergi yang sulit ditandingi pesaing manapun.
“Ya, memang ada banyak rumor mengenai aset AXO... Sinergi antara Avian Brands dan AXO di Indonesia jelas tidak tertandingi oleh kompetitor mana pun mengingat kekuatan jaringan distribusi dan jumlah pelanggan yang kami miliki... Kami tahu sinergi yang akan kami ciptakan dari penggabungan kedua entitas ini akan sangat signifikan.”
Related News
Bukan Cuma Jualan Cat, Ini Mesin Distribusi Rahasia Cuan Avian (AVIA)
Bisnis Geothermal, Futura Energi Global (FUTR) Bidik Proyek 30 MW
Saham ADES Melesat 112%, Kenapa Masuk Papan Pemantauan Khusus?
Cuma Borong Saham ADRO, Ini Rahasia Mesin Cuan Incaran Wall Street
Omzet Kalah 3 Kali Lipat, Kunci ENRG Bisa Salip BUMI di Indeks MSCI
Dilepas Pasca 29 Tahun Diasuh Kawan Lama, Ace Hardware Diadopsi MAPI





