Anak Usaha Berulah, Telisik Kinerja, dan Tarian Saham MAPA
:
0
Entitas MAPA, Gerai ritel peralatan olahraga Sports Direct di AEON Mall Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. Foto: IG Frasers Group.
EmitenNews.com - Map Aktif (MAPA) berurusan dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Itu menyusul pengaduan konsumen mengenai promo Buy 1 Get 1 Free (BOGO) periode 29 Juli–2 Agustus 2026. Pengaduan dari pelanggan planetsports.asia, sportsstation.id, dan mapclub.com meliputi keterlambatan pengiriman, barang tidak lengkap, pembatalan pesanan, hingga kendala pengembalian dana (refund).
"Setiap pengaduan konsumen harus ditangani secara serius, dan diselesaikan secara bertanggung jawab. Pelaku usaha harus memastikan konsumen memperoleh informasi jelas," tegas Immanuel Tarigan Sibero, Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag.
Senior Division Manager e-Commerce Commercial MAP Aktif Christina Julita menjelaskan lonjakan volume pesanan memicu keterlambatan, dan masalah integrasi stok gudang. Oleh sebab itu, manajemen MAPA telah memproses pengiriman kekurangan barang hingga pengembalian dana kepada konsumen.
Di sisi lain, Head of Product & Operation PT MAPCLUB Digital Asia Evelyn mengaku telah berkoordinasi via surel untuk memproses refund, dan membagikan voucher kompensasi.
Performa MAPA
Sepanjang semester I-2026, MAPA membukukan pendapatan Rp10,1 triliun atau naik 15,1 persen secara tahunan. Laba kotor tercatat Rp4,8 triliun. Laba usaha melesat 25,6 persen menjadi Rp1,2 triliun. EBITDA Rp2,0 triliun. Dan, laba bersih melejit 32 persen menjadi Rp865 miliar.
Saham MAPA akhir pekan lalu, stagnan di level Rp700 per lembar. Lima hari terakhir, saham MAPA terkapar 25 poin alias 3,45 persen dari edisi 31 Agustus 2026 di level Rp725. Sepanjang enam bulan, saham MAPA surpluss 12,90 persen alias 80 poin dari 6 Maret 2026 sekitar Rp620.
Setahun terakhir, saham MAPA menanjak 18,64 persen setara 110 poin dari 8 September 2025 di kisaran Rp590. MAPA dipersenjatai kapitalisasi pasar Rp19,95 triliun dengan price earning rasio sekitar 10,38 kali.
Selanjutnya, performa Mitra Adiperkasa (MAPI) sebagai induk usaha MAPA paruh pertama 2026 mencatat pendapatan bersih meningkat 23,4 persen menjadi Rp24,2 triliun. Laba kotor mencapai Rp9,8 triliun, laba usaha naik 23,2 persen menjadi Rp2,0 triliun, dengan EBITDA Rp3,8 triliun, dan laba bersih meningkat 26,9 persen mencapai Rp1,5 triliun.
Saham MAPI akhir pekan lalu menggeliat dengan naik 0,35 persen setara 5 poin menjadi Rp1.425. Sebulan terakhir, drop 15,68 persen alias 265 poin dari edisi 6 Agustus 2026 di level Rp1.690. Kendati begitu, sejak awal tahun ini, saham MAPI naik 20,76 persen atau 245 poin dari posisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp1.180. MAPI dibekali kapitalisasi pasar Rp23,66 triliun dengan price earning rasio 9,56 kali. (*)
Related News
Ekspansi, dan Digitalisasi, EPAC Proyeksi Penjualan 15 Persen
Sentimen Erupsi Anak Krakatau, 2 Sektor Saham Ini Jadi Sorotan
BUMI Tuntaskan Akuisisi 100 Persen Saham Loyal, Segini Nilainya
Jejak Transformasi Tjokro Group dan Masuk Pasar Modal via GPSO
Gemparkan Malaysia, BWPT Ketiban Ribuan Investor Baru
ISSP Ekspansi Produksi Pipa, Bidik Proyek Data Center hingga Energi





