EmitenNews.com - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) terus memperluas kapasitas produksi sekaligus mendiversifikasi pasar dengan membidik sejumlah proyek pembangunan nasional. Ekspansi tersebut salah satunya dilakukan melalui pembangunan Unit 7 di Gresik, yang disiapkan untuk memperkuat portofolio pipa berdiameter lebih besar dan produk bernilai tambah.

Johanes W Edward, Corporate Secretary & Investor Relations ISSP menjelaskan, fasilitas warehouse dan lini produksi pipa berdiameter hingga 8 inci di Unit 7 tersebut telah beroperasi. Sementara itu, mesin untuk lini produksi pipa hingga 20 inci masih dalam proses pengiriman.

Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan membuka kemampuan produksi ISSP terhadap jenis produk yang sebelumnya belum dapat diproduksi perseroan. Fokusnya terutama diarahkan pada produk dengan nilai tambah dan margin yang lebih tinggi.

"Ekspansi kapasitas tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya permintaan proyek. ISSP melihat peluang pertumbuhan dari berbagai sektor pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga industri," ujar Edward dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (6/9/2026).

Perseroan menyebut sejumlah sektor yang sedang dibidik antara lain pembangunan Sekolah Rakyat, program perumahan, peternakan ayam, data center, penguatan ketahanan energi, kawasan industri, serta proyek sistem irigasi dan penyediaan air bersih.

Di sektor energi, ISSP juga telah berpartisipasi dalam penyediaan pipa untuk proyek transmission pipeline Dumai–Sei Mangkei (DUSEM). Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur transmisi gas nasional.

Beragamnya sektor yang digarap membuat ISSP memiliki ruang untuk memperluas pasar sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia. Strategi ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu melalui diversifikasi produk dan proyek.

Dari sisi kinerja, ISSP membukukan pendapatan Rp2,84 triliun pada semester I 2026, tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor naik lebih tinggi sebesar 14,7% menjadi Rp597,6 miliar, sehingga margin laba kotor meningkat dari 19,9% menjadi 21,1%.

Laba bersih perseroan juga tumbuh 12,7% secara tahunan menjadi Rp240,5 miliar. Peningkatan permintaan proyek turut tercermin pada kenaikan persediaan, termasuk bahan baku dan barang jadi yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan produksi.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan modal kerja meningkat. Pada akhir semester I 2026, aset ISSP mencapai Rp10,4 triliun dengan liabilitas Rp4,6 triliun. DER berada di level 0,81 kali, sementara current ratio masih terjaga sebesar 205%.