Anak Usaha Waskita Karya (WSKT) Suntik Modal Trans Jabar Tol (TJT)
EmitenNews.com - Anak usaha Waskita Karya (WSKT) yaitu Waskita Toll Road (WTR) melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada PT. Trans Jabar Tol (TJT) pada tannggal 13 Juni 2022.
"TJT telah melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp31,249.000.0000 atau sejumlah 62.498 saham yang seluruhnya diambil bagian oleh WTR,"tutur Destiwan Soewardjono Direktur utama WSKT Rabu (15/6) .
Dengan adanya peningkatan modal tersebut, maka susunan kepemilikan TJT dengan modal dasar sebesar Rp 3 triliun yang terbagi atas 6 juta lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp500.000 dengan kepemilikan saham WTR sebanyak 3.603.527 lembar saham senilai Rp1,80 triliun sebesar 99,99% dan Koperasi Waskita sebanyak 8 lembar saham senilai Rp4 juta sebanyak 0,01%.
Nilai transaksi ini sebesar 0,19% dari ekuitas Perseroan sebesar Rp16,03 triliun per Maret 2022, dan Nilai transaksi ini sebesar 0,14% dari ekuitas WTR sebesar Rp22,2 triliun sesuai laporan konsolidasi WTR untuk tahun yang berakhir pada bulan Maret 2021.
Sebagai informasi, WTR merupakan anak perusahaan WSKT dengan kepemilikan saham sebesar 87,60% sedangkan TJT adalah anak usaha WTR dengan kepemilikan saham sebesar 99,99% sehingga merupakan transaksi afiliasi dan material sesuai regulasi OJK nomor 42/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020.
Destiwan menambahkan latar belakang dilakukan Transaksi WTR dengan TJT adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan TJT selanjutnya dengan adanya peningkatan modal dari WTR kepada TJT diharapkan dapat memaksimalkan kinerja usahanya dan akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan sebagai pemegang saham WTR.
Related News
Perusahaan Energi hingga Infrastruktur Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk
Kurang dari Sebulan, Mandiri Habiskan Obligasi Rp5T untuk Ekspansi
Bank Neo Commerce (BBYB) Pakai Habis Dana Rights Issue Rp2,5 Triliun
Pengendali Serok Jutaan Saham LUCK, Simak Ini Alasannya
Dana IPO Rp207 Miliar Utuh, COIN Semai pada Instrumen Ini
TOBA Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar, Telisik Tujuannya





