Lolos Seleksi Awal, 20 Nama Kuat Berebut Kursi Komisioner OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
EmitenNews.com - Seleksi Calon Pengganti Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (ADK OJK) mulai mengerucut. Dari 20 kandidat yang lolos administrasi dan penilaian makalah, sejumlah nama unggulan mencuat kuat berkat rekam jejak panjang di sektor pengawasan, kebijakan, dan stabilitas sistem keuangan.
Dari internal OJK, sorotan mengarah ke Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, serta Hasan Fawzi, figur kunci pengawasan ITSK dan aset kripto. Keduanya dinilai memiliki pengalaman strategis di area krusial yang tengah menjadi perhatian pasar.
Dari otoritas moneter dan penjaminan, muncul nama Anton Daryono dan Dicky Kartikoyono dari Bank Indonesia, serta Ary Zulfikar dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang membawa perspektif stabilitas sistem dan perlindungan konsumen.
Sementara, dari sisi kebijakan fiskal dan investasi, Adi Budiarso (Kementerian Keuangan) dan Pahala Nugraha (Danantara Investment Management) yang ikut meramaikan bursa kandidat, menambah warna kebijakan makro dan pengelolaan aset negara.
Tahapan lanjutan—rekam jejak, asesmen, hingga wawancara—akan menjadi penentu akhir siapa yang paling siap mengisi kursi strategis regulator keuangan nasional.
Dalam surat pengumuman hasil seleksi administratif di Jakarta, Rabu (4/3/2026) yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan terdapat 20 kandidat dinyatakan lulus dan berhak melaju ke tahapan seleksi berikutnya.
Panitia Seleksi menegaskan keputusan ini bersifat final dan mengikat. Seluruh peserta yang lolos wajib mengikuti rangkaian seleksi lanjutan yang meliputi masukan masyarakat, penelusuran rekam jejak, asesmen, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara.
Sebagai bagian dari transparansi, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan masukan terkait integritas dan rekam jejak para kandidat melalui laman resmi Panitia Seleksi pada periode 4–26 Maret 2026. Panitia menjamin kerahasiaan identitas pemberi masukan.
Tahapan krusial berikutnya akan berlangsung sepanjang Maret 2026, dimulai dari pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, asesmen kompetensi, hingga wawancara akhir. Hasil seleksi akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Panitia Seleksi.
Related News
Reformasi Free Float 15 Persen: Milestone 1–3 Tahun Disiapkan OJK–BEI
Disclosure Data Transaksi Pemegang Saham di Atas 1 Persen Resmi Dibuka
Free Float Besar Tak Jamin Likuid, BEI Siapkan Peta Konsentrasi Saham
Demutualisasi BEI, DPR Komisi XI Beber Private Placement Dulu Baru IPO
254 Emiten Masuk Daftar Efek Liquidity Provider BEI per Maret 2026
2 Sekuritas Ini Dapat Mandat Liquidity Provider, BEI Tawarkan Insentif





