EmitenNews.com—Emiten peralatan medis dan kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) membukukan laba bersih senilai Rp48 miliar tahun 2022. Realisasi itu turun 57,19% year-on-year (yoy) dibandingkan 2021 senilai Rp112,15 miliar.

 

Hal ini membawa laba per saham dasar IRRA terkoreksi menjadi Rp30,68, dari semula Rp73,21, dikutip di keterbukaan informasi, Jumat (7/4/2023).

 

Kondisi ini berlangsung sejalan dengan pendapatan IRRA yang merosot 42,89% yoy menjadi Rp753,57 miliar. Sedangkan pada 2021, perseroan tercatat membukukan pendapatan Rp1,31 triliun.

 

Kontribusi penurunan penghasilan berasal dari rapid tes covid yang turun dari awal Rp939,71 miliar, menjadi Rp272,56 miliar.

 

Pendapatan Abbott dan Auto Disable Syringe (ADS) masing-masing mencapai Rp155,71 miliar, dan Rp139,93 miliar. IRRA terhitung juga membukukan pendapatan perdana untuk disinfektan senilai Rp58,65 miliar dibandingkan 2021 yang nihil.

 

Beban pokok IRRA juga melandai 54,96% yoy menjadi Rp594,35 miliar, yang mayoritas adalah ongkos pembelian untuk persediaan mencapai Rp498,24 miliar. Senada, beban penjualan juga turun dari Rp52,22 miliar, menjadi Rp24,78 miliar.

 

sisi neraca, jumlah aset IRRA berkurang 6,15% yoy menjadi Rp733,92 miliar. Total utang (liabilitas) juga melandai 10,75% yoy menjadi Rp249,88 miliar, sedangkan modal bersih (ekuitas) merosot 3,58% di angka Rp484,04 miliar.

 

Per 31 Desember 2022, IRRA menggenggam kas dan setara kas senilai Rp116,78 miliar, terpangkas lebih rendah dari posisi akhir 2021 senilai Rp135,29 miliar.