Anjlok 64%, Laba Personel Alih Daya (PADA) di Kuartal III-2023 Sisa Rp646 Juta
:
0
EmitenNews.com -PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp600,08 miliar atau meningkat 17,7% (YoY) pada periode Januari-September 2023. Namun, sayangnya pada periode ini juga labanya turun 64,62 persen sisa Rp646,60 juta dari sebelumnya Rp1,82 miliar.
Direktur Utama Perseroan, Suwignyo mengatakan perolehan laba usaha mengalami peningkatan 10,6% (YoY) menjadi Rp32,62 miliar pada periode tersebut. Perseroan juga berhasil meningkatkan performa EBITDA yang lebih baik menjadi Rp15,65 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp14,34 miliar.
Namun begitu di saat yang sama, beban usaha meningkat dibanding tahun sebelumnya yang disebabkan karena peningkatan depresiasi aktiva tetap dan biaya non-usaha. Untuk laba bersih, mengalami penurunan sebesar 64,6% dibandingkan tahun lalu.
Peningkatan pendapatan perseroan ini didorong karena adanya peningkatan volume bisnis dari mitra/ klien eksisting di segmen Telecommunication Services yang naik 75,5%, segmen Logistics & Deliveries naik 89,1%, segmen Healthcare Providers naik 96,6%, segmen IT Services & Consulting naik 52,6%, segmen Banks naik 13,5%, segmen Pharmaceuticals naik 97,4%, segmen Oil, Gas & Coal Supports nak 23,9%, segmen Auto Components naik 20,6% dan segmen Personal Care Products naik 10.9%.
"Pada kuartal ketiga tahun 2023 ini, perseroan telah menunjukkan realisasi dalam mengupayakan pertumbuhan bisnis dan prestasi positif yang berkelanjutan, serta kami kembali membulatkan tekad untuk memberikan komitmen penuh dalam berkontribusi optimal kepada seluruh stakeholder-nya," ujar Suwignyo dalam keterangannya, Senin (30/10).
Related News
Perkuat Sumber Daya, MBMA Kucurkan Biaya Eksplorasi Rp48,23 Miliar
RAJA Stock Split 1:5, Saham Nominal Baru Diperdagangkan Mulai 16 Juli
Usai IPO, RANS Ingin Gelar 16 Parade Konser Bak Coachella?
Anak Pendiri PAM Group Mundur Dari Kursi Komisaris BSBK
MEDC Siap Eksplor Pengeboran 4 Sumur, Gelontor USD54,5 Juta di Q2 2026
BEI Telisik Invasi Jantung EXCL, ini Penjelasan DSSA





