EmitenNews.com - PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang semester I-2026. Emiten tambang pelat merah itu membukukan pertumbuhan produksi dan penjualan di hampir seluruh komoditas utama, mulai dari emas, feronikel, bauksit hingga alumina.

Kinerja tersebut ditopang implementasi operational excellence, optimalisasi kapasitas produksi, serta strategi pemasaran yang adaptif sehingga mampu menjaga pertumbuhan volume penjualan di tengah dinamika industri pertambangan.

Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, Jumat (31/7/2026) mengatakan bahwa perseroan terus memperkuat kinerja operasional melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi kapasitas produksi di seluruh lini bisnis.

Di segmen emas, produksi tambang pada kuartal II-2026 meningkat 12% menjadi 232 kilogram, sehingga total produksi semester I mencapai 433 kilogram. Sementara volume penjualan emas sepanjang semester pertama mencapai 18.080 kilogram.

Pada komoditas bijih nikel, ANTAM membukukan produksi sebesar 7,78 juta wet metric ton (wmt) dengan penjualan mencapai 6,77 juta wmt. Seluruh penjualan dialokasikan ke pasar domestik untuk memenuhi kebutuhan smelter nasional, termasuk kebutuhan internal perusahaan.

Kinerja positif juga tercermin pada bisnis feronikel. Volume penjualan melonjak 32% menjadi 7.605 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara produksi mencapai 7.788 TNi. Seluruh produk feronikel diserap pasar ekspor, terutama ke Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

Di bisnis bauksit, ANTAM mencatat penjualan sebesar 1,26 juta wmt, meningkat 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi bauksit mencapai 1,28 juta wmt, yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta memenuhi kebutuhan industri pengolahan domestik.

Sementara itu, produksi Chemical Grade Alumina (CGA) meningkat 12% menjadi 100.257 ton, sedangkan penjualan naik 10% menjadi 100.437 ton, seiring optimalisasi operasi pabrik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA).

Selain memperkuat kinerja operasional, ANTAM terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitas bisnis melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Perseroan menilai pendekatan tersebut menjadi fondasi untuk menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung penguatan hilirisasi mineral nasional.