Apakah Mundurnya Pejabat BEI dan OJK Sudah Menjawab Respons Publik?
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kala dilanda trading halt hingga penurunan masif hingga 9,28 Persen. Foto: Emitennews.
Pengunduran diri pejabat BEI dan OJK merupakan peristiwa penting dalam dinamika akuntabilitas publik. Namun menjadikannya sebagai jawaban akhir atas gejolak pasar dan isu MSCI adalah penyederhanaan yang berbahaya. Tanggung jawab publik tidak berhenti pada siapa yang mundur, melainkan berlanjut pada apa yang diperbaiki dan bagaimana kepercayaan dipulihkan.
Pasar modal membutuhkan lebih dari sekadar simbol tanggung jawab. Ia membutuhkan institusi yang berani mengevaluasi diri secara terbuka, memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, dan membangun komunikasi yang kredibel. Tanpa langkah konkret tersebut, pengunduran diri hanya akan menjadi jeda singkat dalam siklus persoalan yang berulang. Selama pertanyaan publik tentang keadilan, perlindungan investor, dan integritas pasar belum terjawab, tanggung jawab regulator belum sepenuhnya ditunaikan.
Related News
Seruan Serok Saham di Tengah Krisis: Logika vs Realitas Investor Ritel
Eksodus OJK dan Pertaruhan Integritas: Harga Sebuah Kepercayaan
Seni Mengelola Risiko Transformasi SDM BUMN
Analisis Hukum dan Etika Kasus Kelas Investasi Cryptocurrency
Menakar Dampak MSCI Terhadap Pasar Modal Indonesia
Saham Rontok, BEI Minim Aksi: Relevankah Ajak Rakyat Nabung Saham?





