April 2026 Laba Meledak, Keuangan SUPA Terkonsolidasi Grab
:
0
Salah satu program besutan Superbank pada stau kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Super Bank Indonesia (SUPA), bank dengan layanan digital didukung Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS Bank, melanjutkan momentum pertumbuhan bisnis kuat pada awal kuartal kedua 2026. Hingga April 2026, Superbank membukukan laba sebelum pajak aliass profit before tax (PBT) Rp142 miliar, tumbuh signifikan 1.528,8 persen secara tahunan alias Year-on-Year (YoY).
Kinerja positif itu, mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem dijalankan secara disiplin, dan prudent usai initial public offering (IPO) pada Desember 2025. Pertumbuhan bisnis Superbank terus didorong ekspansi kuat berbagai lini utama. Total aset meningkat 71,5 persen YoY menjadi Rp24,0 triliun, sejalan penyaluran kredit mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh 55,4 persen YoY.
Pertumbuhan kredit salah satunya ditopang makin luasnya penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) melalui berbagai touchpoint strategis dalam ekosistem digital. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 98,4 persen YoY menjadi Rp15,1 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan, dan inovasi Superbank.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih alias Net Interest Income (NII) meningkat 84,5 persen YoY menjadi Rp671 miliar. Itu seiring pertumbuhan bisnis sehat, dan efisiensi operasional berbasis digital-first. Momentum pertumbuhan itu, juga diperkuat makin dalamnya integrasi Superbank dengan ekosistem digital para pemegang saham.
Superbank terus menghadirkan layanan perbankan yang seamless, dan relevan bagi kebutuhan nasabah melalui berbagai inovasi berbasis ekosistem, termasuk peluncuran ‘Kartu Untung’ bersama KakaoBank, integrasi PAS kini memungkinkan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO mengakses layanan pinjaman secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.
Inovasi itu, melengkapi berbagai integrasi strategis sebelumnya, seperti pembukaan rekening langsung di aplikasi Grab sejak Juni 2024, dan ‘OVO Nabung by Superbank’, terus memperluas akses layanan keuangan digital secara aman, praktis, dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
Grab Perkuat Komitmen Jangka Panjang
Salah satu pemegang saham Superbank, Grab, mengumumkan akan melakukan konsolidasi keuangan Superbank melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. (GXS Bank), bank digital asal Singapura yang dimiliki, dan didukung konsorsium Grab dan Singtel. Setelah transaksi selesai, kepemilikan saham Grab di Superbank secara langsung dan tidak langsung akan meningkat menjadi lebih dari 50 persen, membuat laporan keuangan Superbank terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab.
Grab telah melakukan investasi di Superbank sejak 2022, dan transaksi itu makin memperkuat komitmen Grab di Superbank. Dengan didukung oleh skala besar milik Grab dan OVO di seluruh layanan ride-hailing, pengantaran makanan, pembayaran digital memberi Superbank keunggulan untuk dapat memberi pelayanan lebih baik kepada nasabah Superbank dan Grab.
Sebagai bagian ekosistem pemegang saham, Superbank dan Grab akan terus memperkuat kolaborasi strategis berbasis teknologi, dan inovasi guna memperluas akses layanan keuangan digital aman, relevan, dan inklusif bagi masyarakat Asia Tenggara. Terlepas dari konsolidasi itu, Singtel tetap berkomitmen sebagai investor strategis mendukung GXS Bank maupun Superbank dalam misi mendorong inovasi lebih besar, dan inklusi keuangan bagi jutaan rakyat Indonesia.
Related News
Berstatus HSC, Emiten ini Tetap Bagi Dividen, Cum Date 26 Mei
Prospek GULA 2026: Kombinasi Fundamental & Katalis Positif Swasembada
Geber Ekspansi! RUPSLB Jantra (KAQI) Restui Ubah KBLI dan Direksi
Gencar Ekspansi! IBOS Buka Restoran Khas Mediterania di Jogja
HMSP Jadwal Dividen 99,2 Persen Laba, Cum Date 26 Mei 2026
Telkom (TLKM) Bidik Pasar Sovereign AI, Siapkan Platform AdyaCakra





