ARA 6 Kali Beruntun, ini Alasan Duo Raja Kripto Akuisisi TRUK
:
0
Armada kendaraan truk gandeng milik perseroan. Foto - Dok TRUK
EmitenNews.com - Saham Guna Timur Raya (TRUK) unstoppable. Emiten asuhan Gabriel Rey dan Andry Hakim itu, kembali menyentuh auto reject atas (ARA). Itu setelah menguat 9,91 persen setara 170 poin menjadi Rp1.885 per eksemplar.
Pantulan saham TRUK terjadi sejak awal perdagangan baru dioperasikan oleh operator pesar modal nasional yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalau diurut lebih saksama, saham TRUK telah mengalami enam kali ARA secara beruntun.
Tepatnya, sejak 16 September 2026 menjadi Rp1.180 dari perdagangan 3 September 2026 di kisaran Rp1.075 per helai. Artinya, selama enam kali ARA itu, saham TRUK telah meroket 810 poin alias 75,35 persen dari posisi Rp1.075.
Kalau dikalkulasi dalam tempo 6 bulan terakhir, saham TRUK melangit 630,62 persen alias 1.627 poin dari edisi 25 Maret 2026 di level Rp258. Sepanjang 52 minggu terakhir, saham TRUK pernah menyentuh level tertinggi Rp1.885, dan terendah Rp189. TRUK diperkuat kapitalisasi pasar Rp819,98 miliar.
Alasan Duo Raja Kripto
Sebelumnya, Gabriel Rey dan Andry Hakim mengakuisisi 20 persen saham TRUK milik Batur Dharma Anugerah Surya. Rinciannya, Gabriel Rey menyapu 15 persen atau 65,25 juta saham TRUK senilai Rp27,92 miliar. CEO TRIV itu, menyerok saham TRUK melalui Pukul Rata Kanan (PRK) dengan harga Rp428 per helai.
Saat bersamaan, membeli 21,75 juta lembar setara 5 persen saham TRUK senilai Rp9,3 miliar. Andry Hakim membeli saham TRUK via Hakimson Growth Capital. Eksekusi 87 juta saham TRUK dari Capture Dharma oleh Gabriel Rey dan Andry Hakim telah dipatenkan pada 18 September 2026.
”Akuisisi ini bukan sekadar investasi. Kami masuk untuk membawa strategi baru, memperkuat arah korporasi, dan membuka babak baru bagi TRUK. Fokus kami jelas, mendorong transformasi bisnis, mengoptimalkan potensi perusahaan, dan membangun pertumbuhan lebih kuat ke depan,” tegas Gabriel Rey.
Performa Keuangan
Sepanjang medio 2026, TRUK tekor Rp3,75 miliar, bertambah dari edisi sama tahun lalu Rp3,12 miliar. Pendapatan Rp19,24 miliar, melorot dari fase sama tahun sebelumnya Rp19,61 miliar. Beban langsung Rp16,52 miliar, menciut dari posisi sama tahun lalu senilai Rp16,69 miliar.
Related News
Prospek CPO 2027 Cerah, Astra (AALI) Siapkan Capex Rp1,5T & Replanting
HSBC Masuk, Apexindo (APEX) Siapkan 218 Juta Saham Baru
Proses RKAB Seret, UNTR Baru Dapat Jatah Segini
Astra (ASII) Baru Serap Rp17T Capex, Siapkan Total Rp36T di 2026
Usai MABA, Kini Polaris (PLAS) Akan Buyback Rp60,39M Jelang Delisting
Harga Rp1 Berlaku, Nasib Saham ABBA & MARI Punya Erick Thohir Gimana?





