EmitenNews.com - Penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), akan mengumumkan hasil tinjauan indeks (rebalancing) November 2026 pukul 04.00 WIB Kamis, 12 November 2026. Komposisi indeks baru berlaku usai penutupan perdagangan pada 30 November 2026. So, investor memiliki durasi waktu untuk mencermati daftar tersebut sebelum diterapkan.

Berdasar hasil tinjauan indeks Agustus 2026, ada 11 saham Indonesia tereliminasi dari indeks global MSCI. Akibatnya, saham indonesia sebagai konstituen MSCI tersisa 44 emiten. Itu terdiri dari 9 emiten bertengger di MSCI Global Standard, dan 35 emiten menghuni MSCI Small Cap Index.

Nah, dari 44 emitem konstituen MSCI tersebut, tidak sedikit konglomerasi menempatkan wakilnya. Misalnya, Salim Group via Indofood (INDF), Indocement (INTP), Bumi Resources (BUMI), Bumi Minerals (BRMS), dan Elang Mahkota (EMTK). Boy Thohir melalui Alamtrie (ADRO), Merdeka (MDKA), Adaro Andalan (AADI), dan BFI Finance (BFIN).

Menyusul kemudian Bakrie Group dengan Bumi Minerals (BRMS), Energi Mega (ENRG), dan Bumi Resources (BUMI). Lalu, Djarum Group menyiskan dua wakil yaitu Bank Central Asia (BBCA), dan Sarana Menara Nusantara (TOWR). Grup Sinarmas dengan Indah Kiat (INKP), dan XLSmart Telecom (EXCL). Kemudian, Astra Group dengan Astra (ASII), dan United Tractors (UNTR).

Berikutnya, Prajogo Pangestu melalui Barito Pacific (BRPT), dan Petrosea (PTRO). Terakhir, Happy Hapsoro, Fadel Muhammad, Hermanto Tanoko, dan Djoko Susanto dengan satu wakil. Hapsoro dengan Rukun Raharja (RAJA), Fadel Muhammad Surge (WIFI), Hermanto Tanoko Avian Brands (AVIA), dan Djoko Susanto dengan Sumber Alfaria (AMRT).

Telisik berikut kinerja emiten para konglo konstituen MSCI per 30 September 2026.

Salim Group 

Indofood (INDF) 

Pendapatan Rp101,48 triliun, naik dari Rp90,98 triliun

Laba bersih Rp7,86 triliun, turun tipis dari Rp7,88 triliun