Arkora Hydro (ARKO) Patok IPO Rp300 per Saham, Ini Jadwal Pelaksanaannya

EmitenNews.com - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) tetapkan harga saham perdana sebesar Rp300 per lembar. Sehingga calon emiten Pembangkitan tenaga listrik melalui sumber energi baru dan terbarukan yang berasal dari aliran air tersebut bakal meraup dana Rp173,97 miliar dari hasil Initial Public Offering (IPO).
Dalam prospektus ringkas yang disampaikan hari ini Jumat (1/7) disebutkan bahwa perseroan melepas sebanyak 579,9 juta lembar saham bernilai nominal Rp25 setiap sahamnya dalam IPO. Jumlah ini setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan pasca IPO tersebut.
Perseroan telah menyetujui rencana Program ESA. Program ESA ini dialokasikan sebanyak-banyaknya 0,24% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum atau sebanyak 1,41 juta saham.
Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek PT Lotus Andalan Sekuritas (Terafiliasi) dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa Saham Yang Ditawarkan yang tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan sekitar 63% akan digunakan untuk Penambahan Penyertaan Modal pada Perusahaan Anak. Sementara sisanya akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman berelasi kepada ACEI Singapore Holding Private Ltd.
Adapun jadwal pelaksanaan IPO sebagai berikut
- Efektif pada 30 Juni 2022,
- Masa Penawaran Umum pada 4 hingga 6 Juli 2022.
- Penjatahan pada tanggal 6 Juli 2022.
- Distribusi Saham secara Elektronik pada 7 Juli 2022,
- Pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2022.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG