Arus Kas Negatif, Standstill, dan Utang Jangka Pendek, Ini Penjelasan Wijaya Karya (WIKA)
:
0
EmitenNews.com - Wijaya Karya (WIKA) kembali menegaskan pengajuan standstill. Tindakan itu untuk menjaga kelangsungan operasional terutama penyelesaian proyek-proyek konstruksi eksisting. Lalu, melakukan pembayaran utang-utang kepada vendor/subkontraktor telah jatuh tempo.
Menyusul penundaan pembayaran kewajiban pokok, dan bunga kepada kreditur perbankan, dan lembaga keuangan itu, sejauh ini perseroan belum memiliki rencana melakukan pengajuan restrukturisasi atau perpanjangan jatuh tempo pokok dan bunga obligasi dan sukuk.
Namun, kondisi itu tetap bergantung kepada keberhasilan perseroan dalam menghimpun dana yang cukup, dan hasil negosiasi final kreditur perbankan, dan lembaga keuangan yang akan dituangkan dalam perjanjian restrukturisasi.
”Perseroan terus menjalin komunikasi, dan koordinasi dengan wali amanat mengenai pemenuhan kewajiban pembayaran pokok dan bunga obligasi dan sukuk selama masa periode standstill berlangsung,” tulis Mahendra Vijaya, Corporate Secretary Wijaya Karya.
Selanjutnya, perseroan tetap komitmen memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga obligasi dan sukuk selama masa periode standstill berlangsung. Dengan melakukan strategi refocusing portofolio bisnis berbasis proyek. Mengutamakan proyek-proyek dengan pola pembayaran rutin bulanan. Secara total 92 persen portofolio seluruh order book didanai dari eksternal sehingga tetap terdapat dana tunai masuk dari pihak ketiga.
Per Maret 2023, lebih dari 60 persen proyek dari pemerintah, dan BUMN dengan pola pembayaran rutin bulanan. Itu meningkat signifikan dibanding edisi 2019 hanya 29 persen. Dengan model pembayaran itu, perseroan mengupayakan pengelolaan arus kas dilakukan secara mandiri setiap proyek, dan meminimalisasi terjadinya defisit pada arus kas di proyek.
Kemudian, penguatan tata kelola perseroan. Sejak 2020, telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016, Whistleblowing System terintegrasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Penerapan Four Eyes Principle dalam implementasi risk management, dan penerapan Three Lines of Defense serta bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memberikan assessment dalam pengelolaan Good Corporate Governance (GCG), internal audit, risk management, dan terakhir ESG, dan ICORPAX (Indonesian Corporate Accountability Index). Penguatan tata kelola perusahaan itu, akan makin mendorong peningkatan bisnis, dan kinerja secara berkelanjutan.
Berikutnya, penerapan enterprise resources planning (ERP) berbasis platform SAP. Perseroan telah menerapkan ERP berbasis platform SAP mulai 2023. Penerapan sistem ERP baru itu, diyakini dalam pengendalian biaya, dan pengelolaan arus kas akan menjadi lebih prudent sehingga mendorong profitabilitas, dan posisi likuiditas lebih baik.
Lalu, penerapan building information modelling (BIM). Perseroan telah menerapkan teknologi digital dalam proses produksi dan engineering seperti BIM sejak 2018. Dengan teknologi itu, proses produksi mulai proses desain sampai pelaksanaan menjadi lebih optimal, dan mendorong biaya produksi menjadi lebih efisien. Dan, terakhir efisiensi biaya usaha. Upaya efisiensi terhadap biaya usaha tercermin dari penurunan biaya usaha periode 2019-2022 sebesar 22 persen.
Mengenai manipulasi laporan keuangan, perseroan siap mendukung setiap langkah pemegang saham seri A untuk perbaikan ke depan. Perseroan dalam menyusun laporan keuangan, selalu mengacu kepada ketentuan peraturan berlaku, sepenuhnya menyesuaikan dengan kaidah-kaidah akuntansi, dan setiap laporan keuangan diaudit Kantor Akuntan Publik terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





