EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak signifikan pada perdagangan Senin (7/9/2026). Kenaikan dipicu oleh eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah yang mengancam kelancaran pasokan energi global.

Berdasarkan laporan Trading Economics harga minyak mentah acuan Brent tercatat melesat mendekati USD97 per barel, sementara minyak mentah standar AS melampaui level USD92 per barel. Kenaikan harga ini melanjutkan tren penguatan pekan lalu akibat peningkatan risiko geopolitik di kawasan produsen utama dunia tersebut.

Aksi saling serang antara kedua negara meningkat pekan lalu setelah sempat mereda selama sebulan. Kondisi ini telah mendorong kenaikan harga minyak global sekitar 10% karena pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi gangguan pasokan jangka panjang.

Eskalasi militer berlanjut saat pihak AS menargetkan tiga kapal tanker minyak milik Iran pada akhir pekan. Langkah tersebut diklaim sebagai aksi balasan atas serangan rudal balistik yang menyasar kapal perang Angkatan Laut AS di perairan kawasan.

Merespons tindakan tersebut, pemerintah Teheran mengumumkan penetapan zona terlarang baru di luar Selat Hormuz. Jalur ini mencakup garis blokade Angkatan Laut AS dan meluas hingga ke sebagian wilayah Teluk Persia.

Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan kehadiran armada militer di Timur Tengah. Kehadiran tersebut bertujuan menjaga blokade atas ekspor minyak Iran sekaligus mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.(*)